comscore

UIII-MIKTA Gelar Panel Ketahanan Pangan

Citra Larasati - 25 Mei 2022 10:09 WIB
UIII-MIKTA Gelar Panel Ketahanan Pangan
Rektor UIII, Komarudin Hidayat. Foto: Dok. UIII
Depok:  Meksiko, Indonesia, Republik Korea, Turki, dan Australia (MIKTA) menyelenggarakan Panel Ketahanan Pangan pada 24 Mei 2022 dalam format hybrid di Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) dengan partisipasi Duta Besar dan ahli dari negara-negara MIKTA. Para peserta akan membahas ketahanan pangan sebagai pilar untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Para peserta dan audiens terdiri dari mahasiswa dari Universitas Islam Internasional Indonesia, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta dan Universitas Indonesia.  Menyadari pentingnya kerja sama internasional dalam mengatasi tantangan global pada isu-isu ini, peserta menyoroti perilaku gizi individu dan kelompok, hambatan yang dihadapi penyediaan makanan, perbaikan gizi, dan mempromosikan pertanian berkelanjutan, serta dampak konflik, iklim perubahan, dan kelangkaan air terhadap ketahanan pangan.
Rektor UIII, Komarudin Hidayat mengatakan, pandemi Covid-19 yang terjadi di seluruh dunia sejak 2020 telah memicu meningkatnya jumlah penduduk yang kelaparan dan kekurangan gizi. "Perang di Ukraina dalam beberapa bulan terakhir juga telah memperburuk situasi pangan global bagi negara-negara yang bergantung pada impor dari Ukraina dan Rusia tanpa pengganti yang layak," terang Komarudin dalam sambutannya,di Kampus UIII, Selasa, 24 Mei 2022. 

Pada saat yang sama, pertanian global menghadapi banyak tantangan di tengah populasi dunia yang terus bertambah.  "Selain itu, muncul persaingan yang keras dalam penggunaan lahan yang terbatas, harga makanan, bahan bakar, dan pupuk juga terus meningkat," imbuh Komarudin.

Perubahan iklim adalah tantangan serius lainnya yang sedang tengah dihadapi.  Untuk menjawab persoalan itulah MIKTA didirikan.

MIKTA didirikan sebagai pengelompokan lintas kawasan dari negara-negara anggota G-20 pada tahun 2013, dengan gagasan bahwa melalui kerja sama yang produktif dapat menjembatani kesenjangan antara negara maju dan berkembang dan membangun konsensus tentang isu-isu yang relevan untuk semua kawasan.

Tahun 2022 ini Turki ditunjuk sebagai ketua dan diharapkan mampu menjaga momentum kolaborasi tersebut. Salah satu prioritas yang dipilih dalam tahun ini ialah Ketahanan Pangan.

Baca juga:  Pakar UGM Ungkap Penyebab Banjir Rob di Semarang Hingga Saran Pencegahan

Dengan diadopsinya Agenda Pembangunan Berkelanjutan 2030 (2030 Sustainable Development Agenda), komunitas internasional telah berkomitmen untuk mengakhiri kelaparan, kerawanan pangan, dan segala bentuk kekurangan gizi. Namun, masih ada jalan panjang untuk mencapai target pembangunan berkelanjutan tersebut karena berbagai tantangan global yang telah disebutkan di atas.


(CEU)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id