Akademisi: Kampus Mengajar Peluang Asah Kompetensi Mahasiswa

    Antara - 11 Februari 2021 17:21 WIB
    Akademisi: Kampus Mengajar Peluang Asah Kompetensi Mahasiswa
    Ilustrasi. Medcom.id



    Palu: Akademisi Fakultas Tarbiyah Ilmu Keguruan (FTIK) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu, Sulawesi Tengah, Arifudin M Arif menilai program Kampus Mengajar menjadi peluang bagi perguruan tinggi dan mahasiswa mengasah sekaligus meningkatkan kompetensi. Terlebih, targetnya adalah daerah tertinggal.

    "Kebijakan Menteri Nadiem Makarim sangat membantu perguruan tinggi negeri ataupun swasta untuk meningkatkan kompetensi lulusan di bidang pendidikan dan pengajaran," ucap Arifudin di Palu, Kamis, 11 Februari 2021.






    Kepala Pusat Pengendalian Mutu Akademik IAIN Palu itu mengatakan, kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dalam program pelibatan mahasiswa, bisa menjadi satu solusi untuk mengisi kekosongan guru di daerah tertinggal.

    Baca: Ini Syarat Mahasiswa Peserta Kampus Mengajar

    Kebijakan itu juga memberikan keuntungan sekaligus menjadi peluang bagi perguruan tinggi negeri dan swasta, yang mempunyai fakultas atau jurusan yang berkaitan dengan pendidikan, keguruan dan pengajaran seperti Fakultas Tarbiyah dan Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan.

    Menurut dia, Kampus Mengajar bisa dimanfaatkan oleh perguruan tinggi untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa atau kompetensi lulusan. Sekaligus, sebagai bentuk melatih calon tenaga pendidik yang terlatih dan profesional dan kompeten dalam mengajar.

    Bahkan, menurut Arifudin, program itu bisa disinkronisasi perguruan tinggi dengan beberapa program yang sudah ada seperti Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) dan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Dalam pelaksanaannya, mahasiswa dari FKIP atau Fakultas Tarbiayah juga dituntut untuk mengajar dalam dua program tersebut.

    "Apalagi program ini bisa disetarakan dengan 12 SKS, saya kira sangat relevan," ungkapnya.

    Baca: Kampus Mengajar, Mahasiswa Dapat Uang Saku Hingga Bantuan Kuliah

    Ia menyebut ada banyak keuntungan program ini. Salah satunya, paradigma pembelajaran dan penguatan kompetensi yang berkaitan dengan mata kuliah, langsung dengan pendekatan lapangan. Sehingga, penguatan-penguatan teoritisnya juga sangat bisa secara mandiri dilakukan oleh mahasiswa tinggal dibimbing oleh dosen pendamping.

    Program pelibatan mahasiswa mengajar di daerah tertinggal dinilai positif. Namun, ada tantangan bagi perguruan tinggi yaitu melakukan redesain kurikulumnya untuk sinkronisasi SKS, dan kebijakan akademik lainnya.

    "Ketika redesain itu bisa dilakukan, maka ini sangat relevan dengan konsep merdeka belajar," kata Arifudin.

    (AGA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id