Omnibus Law, Surat Terbuka BEM UGM Minta Kampus Nyatakan Sikap

    Ilham Pratama Putra - 08 Oktober 2020 14:20 WIB
    Omnibus Law, Surat Terbuka BEM UGM Minta Kampus Nyatakan Sikap
    Kampus UGM, UGM/Humas.
    Jakarta: Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (BEM KM UGM) melayangkan Surat Terbuka, meminta para akademisi UGM untuk menyatakan sikap terhadap Undang-undang Cipta Kerja yang baru disahkan DPR.

    BEM UGM meminta pimpinan, Dewan Guru Besar, Senat Akademik, dan dosen UGM untuk terus serta dalam menyikapi polemik pengesahan UU Ciptaker melalui siaran ataupun pernyataan resmi.  Sikap atas nama institusi tersebut harus dikeluarkan dan dipublikasikan UGM sebagai kampus kerakyatan dalam tempo sesingkat-singkatnya.

    "UGM adalah institusi pendidikan yang memegang erat nilai objektif dan ilmiah dengan marwah kerakyatannya. Maka dalam kondisi seperti saat ini paska pengesahan RUU Cipta Kerja, akademisi UGM harus dapat menjadi lentera penerang bagi gerakan sipil di Indonesia," tulis Surat Terbuka tersebut dilansir dari akun instagram resmi @bemkm_ugm, Kamis, 8 Oktober 2020.

    Pihak BEM meminta UGM menunjukkan jati dirinya sebagai kampus kerakyatan, Kampus Pancasila dan Kampus Perjuangan. BEM UGM menunggu keberpihakan kampus UGM kepada rakyat.

    "Dan semoga keberpihakan pada masyarakat itu masih kami temukan pada kondisi sulit seperti sekarang. Maka saatnya institusi kampus secara resmi menjadi payung dan wadah bagi amplifikasi sikap untuk merebut kembali kedaulatan dan kesejahteraan ke tangan rakyat Indonesia," sambung surat tersebut.

    Baca juga:  Tolak UU Ciptaker, BEM Seluruh Indonesia Desak Presiden Terbitkan Perppu

    Pihak kampus diminta untuk mengungkap kebenaran atas berbagai permasalahan, terkhusus polemik pengesahan UU Cipta Kerja saat ini. Sebagai kaum intelektual, sudah seharusnya UGM menghapuskan segala bentuk penindasan terhadap rakyat Indonesia.

    "Mengutip Prof. Dr. Cornelis Lay, MA., Guru Besar Fakultas Ilmu Sosial dan Politik UGM, "dosa terbesar kaum intelektual tidak diperhitungkan berdasarkan jumlah kesalahan yang dibuat, tetapi oleh kebohongan dan ketakutan dalam mengungkapkan kebenaran yang diketahuinya" tutupnya.

    (CEU)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id