Siswa Tinggal dengan Orang Tua Komorbid Tidak Usah Ikut PTM

    Citra Larasati - 01 April 2021 13:47 WIB
    Siswa Tinggal dengan Orang Tua Komorbid Tidak Usah Ikut PTM
    Anggota komisi X DPR, Dede Yusuf. Foto: YouTube



    Jakarta:  Wakil Ketua Komisi X DPR, Dede Yusuf meminta dinas kesehatan di masing-masing daerah untuk ikut turun tangan membantu mengawal sekaligus mengawasi implementasi Pembelajaran tatap Muka (PTM) Terbatas.  Salah satunya untuk mendata, berapa jumlah siswa yang tinggal dengan orang tua yang memiliki komorbid.

    Keterlibatan dinas kesehatan ini, kata Dede, sangat penting, karena persoalan yang juga ditemui di lapangan pasca diumumkannya PTM Terbatas adalah keberadaan orang tua yang memiliki komorbid di rumah para siswa yang akan sekolah tatap muka. 






    "Kami minta Dinkes mendata apakah siswa yang akan PTM ini tinggal dengan orang tua yang komorbid atau tidak. Kalau ada yang tinggal dengan orang tua dengan komorbid baiknya tidak usah berangkat ke sekolah," tegas Dede, dalam Dialog Produktif bertema "Rindu Pembelajaran Tatap Muka" yang disiarkan melalui YouTube, Kamis, 1 April 2021.

    Tidak hanya Dinkes, Dede juga meminta Dinas Perhubungan di masing-masing daerah untuk memperketat penerapan protokol kesehatan di kendaraan-kendaraan umum seperti angkutan kota (angkot).  Sebab, tidak semua siswa diantar ke sekolah oleh orang tua saat PTM terbatas.

    Sebagian siswa juga diperkirakan bakal menggunakan angkutan kota dari rumah menuju sekolah.  "Ada siswa pakai kendaraan umum, tapi angkot kita belum prokes.  Pemda harus menyiapkan kendaraan umum agar menerapkan prokes," tegas Dede.

    Selain itu, Dede juga meminta sekolah lebih memperhatikan siswa yang yang berada di kelas 1, 7, dan 10.  Mengingat siswa yang berada di kelas tersebut merupakan siswa baru di sekolah masing-masing, sehingga mereka perlu mendapat masa pengenalan dengan situasi sekolah maupun teman-teman, serta guru yang lebih cukup.

    "Begitu juga siswa di kelas 6,9, dan 12 karena mereka akan menghadapi ujian, perlu support lebih dari pemerintah," ujar Dede.

    Baca juga:  Nadiem: Jika Guru Sudah Divaksin, Tak Perlu Tunggu Juli untuk PTM

    Pernyataan Dede diperkuat oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim.  Ia mengatakan bahwa memang benar risiko penularan terbesar bukan berada di anak, melainkan orang dewasa.

    Sehingga jika ada siswa yang tinggal dengan orang tua atau anggota keluarga lain yang memiliki komorbid agar tidak perlu ikut sekolah tatap muka.

    "Kalau ada orang tua yang komorbid, jangan sekolah dulu.  Maka dari itu izin terakhir ada di orang tua. Orang tua yang mengukur risikonya," tutup Nadiem.

    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id