Indonesia Raih Penghargaan Literasi Dunia dari Unesco

    Muhammad Syahrul Ramadhan - 10 September 2019 18:48 WIB
    Indonesia Raih Penghargaan Literasi Dunia dari Unesco
    Direktur Jenderal PAUD dan Dikmas Kemendikbud Harris Iskandar (kiri) dan Direktur BASAbali Gde Nala Antara (tengah) berfoto dengan piagam penghargaan dari Unesco. Foto: Kemendikbud/Dok.Humas.
    Jakarta:  Indonesia menerima penghargaan literasi tingkat dunia yang diselenggarakan oleh The United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (Unesco). Penerima penghargaan tersebut adalah BASAbali Wiki.

    Upaya BASAbali melestarikan bahasa Bali melalui pembuatan aplikasi digital kamus bahasa Bali ini diganjar penghargaan The Unesco Confucius Prize for Literacy. Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Direktur BASAbali Gde Nala Antara di kantor pusat Unesco, Paris, Senin, 9 September 2019.

    Nala menjelaskan, program BASAbali ini menggabungkan upaya pelestarian bahasa daerah melalui digitalisasi bahasa. Nala yang juga Wakil Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana ini mengatakan, program yang ia kembangkan merupakan integrasi pengembangan bahasa Bali melalui kamus wiki, ensiklopedia, dan perpustakaan virtual.

    “Sejak diluncurkan pada tahun 2011, BASAbali Wiki telah digunakan lebih dari 500 ribu orang,” kata Nala dalam siaran pers, di Jakarta, Selasa, 10 September 2019.

    Guna menjamin kualitas dan akurasi bahasa, BASAbali memiliki tim pakar yang memeriksa tiap kosakata yang diunggah dalam laman mereka https://dictionary.basabali.org. Mereka juga menyajikan kosakata bahasa daerah Bali yang disalin ke dalam bahasa Indonesia dan Inggris.

    Direktur Jenderal PAUD dan Dikmas Kemendikbud Harris Iskandar menegaskan, bahwa kunci keberhasilan BASABali adalah melestarikan bahasa melalui penggunaan teknologi serta pemberdayaan masyarakat.

    "Ini merupakan hasil kolaborasi para akademisi, pemerintah daerah, seniman, dan berbagai komunitas untuk turut bersama mengembangkan aplikasi BASAbali," kata Harris.

    Bahasa daerah terang Harris, memiliki repertoar atau perbendaharaan kata yang amat beragam. Ini dapat memperkaya bahasa Indonesia.

    Pemerintah telah berupaya memfasilitasi pengadopsian kosakata baru bahasa Indonesia dari bahasa daerah.  “Lestarikan bahasa daerah, kembangkan bahasa Indonesia dan kuasai bahasa asing. Kemampuan menguasai bahasa menjadi pintu masuk untuk mempelajari berbagai keterampilan agar kita memiliki SDM yang unggul menuju Indonesia maju,” ajaknya.

    Sementara itu Dubes Wakil Delegasi Tetap RI untuk Unesco, Surya Rosa Putra mengatakan,  penghargaan ini merupakan pengakuan dunia. Indonesia telah menjadi acuan bagi penyelenggaraan program literasi.

    Penghargaan ini juga bukan kali pertama didapat oleh Indonesia. Pada tahun 2012, Indonesia juga mendapatkan penghargaan sejenis, yakni Unesco King Sejong Literacy Prize.

    “Berdasarkan data Unesco tahun 2019, Indonesia memiliki 707 bahasa daerah, atau yang terbanyak dari 29 negara yang menjadi target pengembangan literasi oleh Unesco,” ujarnya.



    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    HOT ISSUE

    MORE
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id