Bulqia, Siswa Difabel Peraih Anugerah KPAI 2020

    Citra Larasati - 22 Juli 2020 15:40 WIB
    Bulqia, Siswa Difabel Peraih Anugerah KPAI 2020
    Siswa peraih Anugerah KPAI 2020.
    Jakarta:  Bulqia, siswa salah satu Sekolah Luar Biasa (SLB) di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) menerima penghargaan “Anugerah KPAI Tahun 2020” dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) atas keterlibatannya dalam Kampanye Pencegahan Covid-19.  Penghargaan ini diberikan dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional 2020 yang diperingati setiap 23 Juli.

    Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A), Dewi Mardiana Ariany mengatakan, penghargaan ini diberikan kepada siswa yang memiliki kepedulian dan aktif menyosialisaikan pencegahan covid-19, seperti Bulqia.

    “Pandemi covid-19 juga merupakan bencana nasional, sehingga membutuhkan keterlibatan semua pihak untuk mencegah penyebaran yang semakin luas. Salah satu kelompok masyarakat yang dapat berperan dalam pencegahan ini adalah kelompok anak, kaum muda, dan murid. Bulqia, adalah satu contoh murid yang punya inisiatif baik dalam melakukan pencegahan covid-19 kepada rekan-rekan sebayanya.” ujar Dewi dalam keterangannya, Rabu, 22 Juli 2020.

    Baca juga:  Muhammadiyah Mundur dari Organisasi Penggerak, Ini Alasannya

    Sebelum pandemik covid-19, penyandang disabilitas dihadapkan pada berbagai hambatan untuk akses ke informasi dan fasilitas kebersihan dan sanitasi. Pandemi covid-19 ini pun semakin memperburuk hambatan dan stigma yang selama ini mereka hadapi. 

    Keterlibatan penyandang disabilitas sangat perlu untuk memastikan semua kebutuhan terakomodir dan untuk mematahkan stigma negatif terkait penyandang disabilitas. Bulqia merupakan penyandang disabilitas rungu yang sangat aktif melakukan kampanye pencegahan covid-19 secara daring melalui media sosial kepada rekan-rekan sebayanya.

    Terlepas dari keterbatasan yang dimiliki, tidak menjadi penghalang bagi Bulqia untuk melakukan kampanye pencegahan covid-19 kepada masyarakat.  “Plan Indonesia telah bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), termasuk Pemerintah Kota Mataram, untuk melakukan kampanye pencegahan covid-19 kepada masyarakat. Salah satunya adalah melalui pelatihan kepada tokoh masyarakat dan kaum muda pendidik sebaya.” ujar Dini Widiastuti, Direktur Eksekutif Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia).

    Kampanye Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) dan covid-19 terhadap anak dilakukan dengan pendekatan yang ramah anak seperti menggunakan media komik dan permainan ular tangga melalui kunjungan ke rumah oleh orang dewasa (guru dan tim STBM) serta daring oleh anak (tulisan, lagu, video).

    “Seperti Bulqia, terdapat 56 pendidik sebaya di provinsi NTB yang aktif berkampanye tentang perilaku hidup bersih dan sehat. Pada masa pandemi covid-19, para pendidik sebaya semakin gencar mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan, terutama dengan cuci tangan pakai sabun,” tambah Dini.

    (CEU)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id