Guru Besar UGM: Obat Herbal Bukan Penangkal Virus

    Antara - 10 Juli 2020 21:31 WIB
    Guru Besar UGM: Obat Herbal Bukan Penangkal Virus
    Ilustrasi. Kampus Universitas Gadjah Mada (UGM). Dok UGM
    Yogyakarta: Guru Besar Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM) Suwijiyo Pramono menyebut obat herbal atau tradisional bukan berfungsi sebagai antivirus. Namun, mampu meningkatkan daya tahan tubuh jika dikonsumsi.

    "Obat herbal digunakan sebagai terapi pendukung obat standar untuk membantu penyembuhan pasien," kata Suwijiyo di Yogyakarta, Jumat, 10 Juli 2020.

    Menurut Suwijiyo, banyak obat herbal yang secara empiris telah digunakan masyarakat dan telah melalui berbagai uji untuk menstimulasi imun. Beberapa di antaranya adalah herbal dengan kandungan kimia seperti temulawak, kunyit, jahe, meniran, sambiloto, buah jambu biji, buah mengkudu, gel daun lidah buaya, sediaan ramuan, serta bahan topikal dan inhalasi seperti pada eukalyptus.

    Ia mengatakan, terdapat sejumlah tantangan dalam pengujian herbal sebagai obat, termasuk untuk penanganan virus korona (covid-19). Selain harus ada data secara empirik tentang penggunaan bahan herbal tersebut, perlu melewati sejumlah proses pengujian panjang mulai dari uji 'antiviral via docking', 'in vitro', 'farmakokinetik in vivo' hingga uji klinik on top.

    Menyinggung tentang kalung eukalyptus, menurut dia, penggunaan eucalyptus dalam bentuk kalung untuk alat kesehatan menurutnya memang bisa saja berpotensi membantu proses penyembuhan pasien covid-19. Kendati begitu, menurut dia, penggunaan dalam bentuk kalung harus diuji secara klinis.

    Baca: Perubahan Perilaku Ibarat Vaksin Covid-19 di Masa Kenormalan Baru

    Ahli Penyakit Dalam Konsultan Paru Ika Trisnawati mengatakan obat herbal bisa menjadi suplemen pendukung dalam pengobatan penyakit termasuk covid-19.

    "Penambahan komponen herbal menjadi salah satu modalitas treatment termasuk untuk covid-19," kata Ika.

    Dia mencontohkan penggunaan obat herbal dalam mendukung pengobatan penyakit karena virus telah dilakukan. Salah satunya pemakaian VCO dalam mendukung pengobatan standar pada pasien HIV. VCO, menurut dia, mengandung asam laurat yang bisa memperkuat sistim kekebalan tubuh telah diujikan dengan hasil yang menunjukkan manfaat dalam membantu pengobatan standar pada pasien HIV.



    (AGA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id