Optimalkan PJJ, SMA Regina Pacis Gandeng Google

    Ilham Pratama Putra - 31 Juli 2020 13:21 WIB
    Optimalkan PJJ, SMA Regina Pacis Gandeng Google
    Mendikbud, Nadiem Makarim saat kunjungan di SMA Regina Pacis Bogor. Foto: Medcom.id/Ilham Pratama
    Bogor:  SMA Regina Pacis Bogor memprediksi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) masih akan berlangsung untuk jangka waktu yang lama. Untuk itu, pihaknya menggandeng Google guna mengoptimalkan proses PJJ.

    "PJJ dipersiapkan dengan matang dan menggandeng beberapa lembaga besar untuk bekerja sama, misalnya perusahaan multinasional Devoteam sebagai konsultan dan Google," kata Kepala SMA Regina pacis Bogor, Retno Widayanti di sekolahnya, Kamis, 30 Juli 2020.

    Proses PJJ di SMA ini menggunakan aplikasi Google Suite for Education yang terintegrasi. Sistem ini diluncurkan 1 Juli 2020 lalu.

    Dengan begitu, Retno memastikan, PJJ di tahun ajaran baru 2020/2021 akan berjalan lancar. Bagi Retno, ini merupakan tanggung jawab pendidikan sekolah kepada siswa, orang tua, dan pemerintah.

    "Dalam situasi pandemi covid-19 membuat kami berupaya melakukan berbagai macam inovasi dan cara,” sambungnya.

    Baca juga:  Nadiem Pinjam Laptop Guru, Sapa Siswa Sedang Belajar Daring

    Langkah ini diapresiasi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim. Nadiem bahkan sempat mencoba sistem PJJ dengan menyapa 36 siswa kelas XI MIPA 6 yang tengah belajar daring di hari itu.

    "Halo adik-adik, ini kelas apa? Gimana, sudah bosan di rumah ya, kangen balik ke sekolah?” ujar Nadiem.

    Kedatangan Mendikbud disambut positif oleh siswa. Ketua Kelompok Ilmiah Remaja, Jonathan, menyampaikan apresiasinya kepada Nadiem.

    “Saya merasa begitu gembira dan bangga akan sekolah saya dengan adanya kunjungan Pak Menteri dalam rangka meninjau kelangsungan PJJ di SMA Regina Pacis Bogor. Saya berharap pemerintah dapat lebih lagi menggerakan semangat meneliti di kalangan pelajar SMP dan SMA,” ujar Jonathan. 

    Lebih lanjut, untuk memantapkan PJJ, para guru di SMA Regina Pacis juga diberikan pelatihan. Pelatihan untuk para guru dari 1-7 Juli 2020. 

    Pelatihan untuk guru dilakukan dengan metode project based learning dan peer group learning. Para guru dilatih untuk menyusun proyek berupa materi pembelajaran untuk tahun ajaran 2020/2021 dengan mempertimbangan situasi pandemi.

    “Pelajaran berharga buat kita semua untuk selalu siap dalam kondisi apapun melakukan inovasi dalam memberikan pelayanan kepada siswa, orang tua dan masyarakat. Dengan persiapan yang matang dan keyakinan kuat bahwa semua akan bisa berjalan dengan baik, maka semuanya akan bisa berjalan dengan baik pula," pungkas Retno.




    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id