comscore

Selamat! Ini Daftar Pemenang Pfizer Biotech Fellowship 2021

Ilham Pratama Putra - 23 November 2021 11:43 WIB
Selamat! Ini Daftar Pemenang Pfizer Biotech Fellowship 2021
Pemenang peserta Pfizer Biotech Fellowship 2021
Jakarta:  Program fellowship pendidikan dan beasiswa Pfizer Indonesia untuk mahasiswa dan akademisi bioteknologi kesehatan, Pfizer Biotech Fellowship, telah mencapai puncak rangkaian kegiatan melalui upacara penghargaan (awards ceremony) hari ini, Selasa, 23 November 2021.

Awards ceremony ini memberikan apresiasi kepada 125 mahasiswa dan tenaga pengajar yang telah berpartisipasi dan berperan aktif dalam diskusi dan adu gagasan sebagai sumbangsih dalam mendukung perkembangan ekosistem serta sumber daya manusia (SDM) dalam bidang bioteknologi kesehatan. Acara puncak sekaligus memberikan penghargaan kepada pemenang kompetisi untuk mahasiswa S1 (Undergraduate Competition), dan penulisan proposal penelitian untuk mahasiswa S2 (Graduate Education Grants).
Policy and Public Affairs Director Pfizer Indonesia Bambang Chriswanto menyampaikan, dengan melibatkan berbagai pakar industri dan peneliti dari dalam maupun luar negeri, Pfizer Biotech Fellowship memfasilitasi serangkaian acara pembekalan yang bertujuan untuk memperkuat kapasitas SDM dan kelembagaan. 

"Khususnya di tingkat perguruan tinggi, serta mendorong kegiatan networking bagi mahasiswa dan tenaga pengajar agar dapat menjadi katalis positif bagi perkembangan bioteknologi kesehatan Indonesia," kata Bambang, Selasa. 23 November 2021.

Berikut daftar pemenang Pfizer Biotech Fellowship:

Kategori Tiga Terbaik Mahasiswa Pendidikan Sarjana:

  • Terbaik pertama: Tim Humboldt (Devina Checylia Setiawan, Velecia Salim, Wenny Novella) dari Indonesia International Institute for Life Sciences (I3L) dengan karya berjudul “Pembangunan Labspace untuk Mendukung Perkembangan Bioteknologi Medis di Indonesia”
  • Terbaik kedua: Tim Unlocked (Deby Cyntia Chandra, Jessica Renata Wijaya Tumboimbela, Reza Hanun Alyaa) dari Indonesia International Institute for Life Sciences (I3L) dengan karya berjudul “Tiga Kunci Imperatif Sebagai Pondasi Produksi Primer Sebagai Bahan Baku PCR di Indonesia: Penelitian dan Pengembangan, Infrastruktur, dan Komersialisasi”
  • Terbaik ketiga: Tim Zip Your Genes (Vania Austine Callista Timotius, Christa Anggelia Sulistio, Nathania Calista Putri) dari Universitas Pelita Harapan dengan karya berjudul “Pencegahan dan Pengobatan Talasemia Beta Mayor di Indonesia dengan Menggunakan Bioteknologi.

Kategori Lima Terbaik Mahasiswa Pendidikan Pascasarjana:

  • Indriana Pratiwi dari Universitas Gadjah Mada – “Terapi Mikrorna MIMIC-miR-143-3P Terenkapsulasi Eksosom Terhadap Gen K-RAS pada Triple Negative Breast Cancer”
  • Denny Nyotohadi dari Universitas Surabaya – “Aktivitas Biosurfaktan Probiotik Multistrain untuk Penanganan Covid-19”
  • Alfandy Hermansyah dari Universitas Katolik Indonesia Atmajaya – “Kloning Gen Penyandi Cathelicidin dari Kodok Buduk (Duttaphrynus melanostictus) pada Bakteri Escherichia coli”
  • Leny Yulia Widia Sari dari Universitas Jember – “Uji Toksisitas Akut Protein Rekombinan DBL2β-PFEMP1 sebagai Kandidat Vaksin Malaria Berbasis Peptida”
  • Nurul Istinaroh dari Universitas Jember – “Respon Imun Seluler dan Humoral Terhadap Protein Rekombinan CIDR1α-PfEMP1 Isolat Indonesia sebagai Kandidat Vaksin Malaria Berbasis Peptida”
Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin dalam acara puncak program Pfizer Biotech Fellowship menekankan pentingnya pengembangan SDM yang berkualitas dalam bidang ini, mengingat pandemi virus covid-19 yang telah menyadarkan banyak negara, termasuk Indonesia, akan peran bioteknologi kesehatan terhadap ketahanan kesehatan nasional.

“Tahapan penting dalam membangun ketahanan kesehatan nasional adalah peningkatan kualitas SDM bidang bioteknologi kesehatan, termasuk para peneliti yang diharapkan mampu menjawab berbagai tantangan kesehatan dengan terus berinovasi," terangnya.

Acara puncak juga dijadikan kesempatan bagi para perwakilan akademisi dari fakultas-fakultas bioteknologi terbaik di Indonesia untuk menyampaikan rekomendasi roadmap perkembangan bioteknologi kesehatan di hadapan para pemangku kepentingan.  Untuk membangun SDM peneliti yang unggul, dibutuhkan kebijakan serta ekosistem pendidikan dan penelitian yang baik.

Baca juga:  Luhut Ajak Unpad Siapkan Ahli Teknologi Mineral di Indonesia

Selain itu dapat mendukung pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang inovatif, yang dapat diwujudkan melalui kerja sama antar pemangku kepentingan, terutama pemerintah, perguruan tinggi, sektor swasta, dan masyarakat.  "Serta kerja sama antar peneliti dan perguruan tinggi baik di dalam negeri maupun di luar negeri,” jelas Sumaryati Syukur dari Universitas Andalas, mewakili para akademisi yang terlibat dalam program Pfizer Biotech Fellowship ini.

Pemenang penghargaan Most Active Fellow Christa Anggelia Sulistio dari Universitas Pelita Harapan mengatakan, dirinya sangat berterima kasih kepada penyelenggara serta para pendukung acara yang telah memfasilitasi kesempatan ini. "Kami sangat optimis bahwa pengalaman, keterampilan dan berbagai ilmu yang telah kami terima dalam Pfizer Biotech Fellowship selama lima sampai enam bulan kebelakang akan menjadi bekal yang sangat berguna bagi kami saat memasuki dunia profesi, sehingga kami dapat berkontribusi melalui inovasi dalam bioteknologi kesehatan," tutupnya.

(CEU)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id