Ekosistem Digital, UMKM, dan Halal Momentum Kemandirian Pesantren

    Arga sumantri - 15 Oktober 2021 21:54 WIB
    Ekosistem Digital, UMKM, dan Halal Momentum Kemandirian Pesantren
    Ilustrasi. Foto: MI/Abdus Syukur



    Jakarta: Kementerian Agama (Kemenag) telah menjadikan kemandirian pesantren sebagai salah satu program prioritas. Upaya menguatkan kemandirian pesantren menemukan momentum yang tepat karena ada tiga ekosistem pendukung, yakni digital, Usaha Mikro, Kecil, dan Menegah (UMKM), dan ekosistem halal.

    Hal ini disampaikan Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi dalam Simposium Khazanah Pemikiran Santri Dan Kajian Pesantren ‘Al-Multaqo Ad-Dawliy Lil-Bahts ‘An Afkar At-Thullab Wa-Dirasat Pesantren’ atau Mu’tamad di Tangerang Selatan, kemarin.

     



    "Pandemi mampu mengakselerasi digitalisasi di berbagai sektor di Indonesia, semua aktivitas ekonomi sebagian besar kini mulai beralih menjadi platform digital, tidak terkecuali di lingkungan pondok pesantren," terang Zainut melalui keterangan tertulis, Jumat, 15 Oktober 2021.

    Baca: Inspiratif! Santri Anak Satpam Jadi Wisudawan Terbaik Fakultas Vokasi ITS

    Momentum kedua, kata dia, ialah ekosistem UMKM. Dunia usaha masyarakat sekitar pesantren sebagian besar berasal dari kalangan UMKM. "Bila terjadi kolaborasi pesantren dan UMKM di sekitarnya maka akselerasi pemberdayaan ekonomi pesantren dan masyarakat akan bisa terjadi lebih cepat," jelasnya.  

    Kemudian, momentum ketiga ialah ekosistem Halal. Zainut melihat, dalam kurun 10 tahun terakhir, ada peningkatan tren industri halal yang cukup tinggi. Ia pun mendorong Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) untuk berkerjasama dengan pesantren dalam memperkuat ekosistem halal di Indonesia.

    Moderasi Beragama

    Selain kemandirian, penguatan moderasi beragama juga menjadi program prioritas Kemenag, dan pesantren memiliki peran penting di dalamnya. Ia mengatakan, pesantren telah lama mempraktikan konsep dan aplikasi moderasi beragama. Bersama Pemerintah, pesantren tentu tidak tinggal diam melihat ancaman penetrasi budaya kekerasan dan ekstremisme. 

    "Santri harus mampu meluruskan pemahaman kaum muda yang gemar menggunakan dalil agama dengan pemahaman yang literal dan ekstrem. Moderasi beragama menjadi penting untuk dikampanyekan," ungkapnya.

    Baca: Tak Hanya Hafal Dalil, Santri Diharapkan Kuasai Sains dan Teknologi

    Mu'tamad perdana yang digelar 13-15 Oktober 2021 ini membahas penguatan peran pesantren dalam merespon problem sosial. Hadir, Dirjen Pendidikan Islam M Ali Ramdhani, Direktur PD Pontren Waryono Abdul Ghofur, dan sejumlah Narasumber Kunci Mu’tamad 2021.

    Wamenag berharap, kegiatan ini mampu menjadi momentum lahirnya pergulatan pemikiran santri dan kajian pesantren yang reflektif dan implementatif bagi penyelesaian problem-problem sosial keagamaan masyarakat kita. 

    "Semoga santri semakin progresif, produktif dan berani untuk tampil merebut panggung-panggung keagamaan dengan menghadirkan narasi keagamaan yang damai, penuh kasih sayang dan persaudaraan," harapnya.

    (AGA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id