comscore

Belasan Santriwati Diperkosa Oknum Ustaz, Pesantren di Bandung Ditutup

Arga sumantri - 09 Desember 2021 11:19 WIB
Belasan Santriwati Diperkosa Oknum Ustaz, Pesantren di Bandung Ditutup
Plt Kepala Biro Humas dan Informasi Kemenag Thobib Al-Asyhar. Foto: Dok Kemenag.
Jakarta: Oknum ustaz sekaligus pimpinan pesantren di Kota Bandung, Jawa Barat, didakwa melakukan pemerkosaan terhadap belasan santriwati hingga melahirkan. Pelaksana tugas (Plt) Kepala Biro Humas, Data, dan Informasi Kemenag Thobib Al-Asyhar mendukung langkah hukum yang diambil kepolisian.

Menurut dia, peristiwa ini mencuat sejak enam bulan lalu. Pondok pesantren tempat ustaz itu mengajar pun telah ditutup.
"Sejak kejadian tersebut, lembaga Pendidikan tersebut ditutup. Oknum pimpinan yang diduga pelaku tindak pemerkosaan juga telah ditahan di Polda Jabar untuk menjalani proses hukum," jelas Thobib mengutip siaran pers Kemenag, Kamis, 9 Desember 2021.

Thobib menjelaskan, sejak peristiwa tersebut mencuat, Kemenag telah duduk bersama Polda Jabar dan Dinas Perlindungan Anak dan Ibu (PAI) Jawa Barat. Para pihak bersepakat untuk memgambil sejumlah langkah. 

Pertama, Polda Jabar menutup atau membekukan kegiatan belajar mengajar di lembaga pendidikan tersebut. "Sampai sekarang tidak difungsikan sebagai tempat atau sarana pendidikan," jelas Thobib.

Baca: Ustaz di Bandung Didakwa Perkosa Belasan Santri hingga Hamil dan Melahirkan

Kedua, Kemenag mengembalikan seluruh siswa ke daerah asal mereka. Pendidikan mereka dilanjutkan ke madrasah atau sekolah sesuai jenjangnya yang ada di daerah masing-masing dengan difasilitasi Kasi Pontren dan Forum Komunikasi Pendidikan Kesetaraan (FKPPS) Kabupaten/Kota setempat.

Ketiga, Kemenag terus berkoordinasi dengan Polda dan Dinas Perlindungan Ibu dan Anak, khususnya terkait penyelesaian perpindahan dan ijazah para peserta didik di lembaga tersebut.

"Sebagai catatan tambahan, Kementerian Agama telah menjalin kerjasama dengan Kementerian PPPA dan UNICEF terkait dengan pesantren ramah anak, pesantren menjadi tempat yang nyaman bagi santri-santrinya," tegas Thobib.

Kasus ini melibatkan oknum ustaz inisial HW. Kini, HW telah ditahan dan menjalani sidang perdana. Ia didakwa melakukan pemerkosaan terhadap belasan santriwati secara berulang-ulang hingga hamil dan melahirkan. Para santriwati itu diiming-imingi dengan berbagai hadiah oleh HW.

Dalam salah satu dakwaan Jaksa Kejaksaan Negeri (Kejari) Bandung disebutkan, salah satu iming-iming yang diberikan HW kepada korban adalah dijanjikan menjadi polisi wanita. Pemerkosaan itu pun dilakukan secara berulang.
 
Jaksa Kejari Bandung, Agus Mudjoko, mengatakan para korban saat ini masih mengalami trauma berat atas perbuatan pelaku yang dilakukan sejak 2016. Beberapa santriwati bahkan sudah melahirkan anak.

(AGA)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id