Sri Mulyani Jadi Pembicara di Hadapan 8.000 Mahasiswa Baru UI

    Citra Larasati - 31 Juli 2021 11:15 WIB
    Sri Mulyani Jadi Pembicara di Hadapan 8.000 Mahasiswa Baru UI
    Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati. Foto: Dok. UI



    Depok:  Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati yang juga anggota Majelis Wali Amanat (MWA) Universitas Indonesia (UI), hadir sebagai salah seorang narasumber pada Kegiatan Awal Mahasiswa Baru (KAMABA) tahun 2021. Di hadapan lebih kurang 8000 mahasiswa baru UI, Sri Mulyani Sri Mulyani menyampaikan potensi yang dimiliki bangsa Indonesia dan bagaimana mengoptimalkannya untuk menghadirkan kesejahteraan dan kemakmuran seluruh masyarakat.

    “Keuangan negara adalah cerminan dari keseluruhan potensi yang dimiliki oleh bangsa Indonesia untuk mendapatkan penerimaan yang berasal dari sumber daya alam, budaya, dan nilai tambah ekonomi masyarakat,” ujar Sri Mulyani, dalam siaran pers, Sabtu, 31 Juli 2021.

     



    Seluruh potensi kekayaan yang dimiliki Indonesia dikumpulkan menjadi keuangan negara melalui berbagai bentuk, seperti pajak, hasil tambang, dan royalti. Pajak merupakan uang masyarakat yang dikumpulkan oleh negara dan akan dipergunakan untuk membiayai kebijakan pembangunan negara di berbagai bidang untuk mendorong kesejahteraan masyarakat.

    Seperti pembangunan sumber daya manusia. Pembangunan sumber daya manusia merupakan kunci kemajuan dari sebuah negara. Kemajuan tersebut tergambar dari berbagai aspek, mulai dari pendidikan, kesehatan, kemiskinan, dan tata krama.

    "Kemajuan itu diukur dalam berbagai hal, seperti kemajuan cara berpikir, dan itu harus dilihat tidak hanya dari proses pendidikan, tetapi bagaimana kita menciptakan lingkungan sosial dan bernegara yang hangat, di mana masyarakat dapat ikut berpikir kritis dan peduli terhadap negaranya,” ujar Sri Mulyani.

    Baca juga:  Peraih Nobel Fisika Gerard Mourou Beri Kuliah Umum Mahasiswa Baru UI

    Kemajuan juga dapat dilihat dari segi kesehatan, yakni ketika generasi mudanya tidak kekurangan gizi. Di samping kedua hal tersebut, kemajuan tentu juga dilihat dari segi kemiskinan yaitu apakah masih ada bagian dari Indonesia yang mengalami kemiskinan dan bagaimana cara menanggulanginya.

    "Namun, yang paling penting dari semua itu adalah kemajuan pada peradaban masyarakatnya berupa sikap, karakter, dan tingkah lakunya,” kata Menteri yang juga aktif mengajar di Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI ini.
     



    • Halaman :
    • 1
    • 2
    Read All




    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id