Bela Negara Jadi Semangat Peringatan Hari Santri 2021

    Ilham Pratama Putra - 21 September 2021 14:13 WIB
    Bela Negara Jadi Semangat Peringatan Hari Santri 2021
    Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dalam peluncuran peringatan Hari Santri 2021. Foto: Tangkapan layar.



    Jakarta: Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menyatakan santri adalah aset luar biasa yang dimiliki Indonesia. Santri memiliki komitmen seumur hidup untuk membela Tanah Air.

    "Dari para santri inilah, bangsa Indonesia memiliki karakter yang kuat sekaligus mampu mempertahankan persatuan dan kesatuan di tengah perbedaan," ujar Yaqut dalam peluncuran rangkaian peringatan Hari Santri 2021, Selasa, 21 September 2021.

     



    Yaqut menjelaskan semangat bela negara itu pula yang terkandung pada peringatan hari santri tahun ini. Tema yang diusung adalah Santri Siaga Jiwa Raga.

    "Ini sebagai bentuk pernyataan sikap santri Indonesia agar selalu siap siaga menyerahkan jiwa dan raga untuk membela tanah air, mempertahankan persatuan Indonesia, dan mewujudkan perdamaian dunia," terang dia.

    Yaqut berharap santri juga memiliki sifat santun, rendah hati, dan punya pengalaman. Aspek-aspek tersebut, kata dia, sudah ditempa di pesantren.

    Baca: Santri Dinilai Tulang Punggung NKRI

    Yaqut menegaskan bahwa Siaga Jiwa bermakna pula bahwa santri tidak lengah menjaga kesucian hati dan akhlak. Santri selalu berpegang teguh pada akidah, nilai, dan ajaran Islam.

    "Karenanya, santri tidak akan pernah memberikan celah masuknya ancaman ideologi yang dapat merusak pemikiran dan komitmen terhadap persatuan dan kesatuan Indonesia," ungkapnya.

    Ia menambahkan, Siaga Raga berarti badan, tubuh, tenaga, dan buah karya santri didedikasikan untuk Indonesia. Makanya, santri tidak pernah lelah berusaha dan terus berkarya untuk Indonesia.

    "Jadi, Siaga Jiwa Raga menjadi sangat penting di era pandemi. Di mana santri tetap disiplin dan tidak boleh lengah dalam melaksanakan protokol demi kepentingan bersama," tutur Menag.

    Hari Santri, kata Yaqut tidak hanya milik kalangan pesantren atau ormas Islam tertentu. Melainkan milik segenap masyarakat Indonesia.

    "Karena selama ini kaum santri selalu siap dan sedia menjadi pengawal dan penerang NKRI," tutup dia.

    (AGA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id