Lulusan Perguruan Tinggi yang Terserap Lapangan Kerja Cuma 10%

    Ilham Pratama Putra - 02 Juni 2021 16:14 WIB
    Lulusan Perguruan Tinggi yang Terserap Lapangan Kerja Cuma 10%
    Mendikbudristek, Nadiem Makarim. Foto: Medcom.id/Muhammad Syahrul Ramadhan



    Jakarta: Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Makarim menyebut keterserapan lulusan perguruan tinggi di dunia kerja masih rendah. Angka persentase keterserapan lulusan perguruan tinggi hanya 10,18 persen.

    "Kita mengakui tingkat keterserapan lulusan perguruan tinggi masih rendah. Sampai Februari 2021 komposisi tenaga kerja dari perguruan tinggi hanya 10,18 persen," kata Nadiem dalam webinar Pendidikan Indonesia untuk Masa Depan Bangsa dan Kemanusiaan, Rabu, 2 Juni 2021.

     



    Bagi Nadiem, hal ini tentu menjadi kekhawatiran tersendiri. Utamanya bagi orang tua.  Bagaimana seharusnya lulusan perguruan tinggi diharapkan dapat langsung mendapatkan pekerjaan.

    Namun menurutnya tantangan tersebut mesti dihadapi. "Sejumlah tantangan itu di antaranya disrupsi teknologi, otomasi dunia kerja, ada bermunculnya jenis pekerjaan yang baru," kata Nadiem.

    Tantangan itu, kata dia, telah dirumuskan dan penyelesaian tersebut akan dijawab melalui visinya pada program Merdeka Belajar.  "Oleh karena itu, program Merdeka Belajar Kampus Merdeka menggarisbawahi peserta didik untuk mengaktualisasikan diri sesuai minatnya," ungkap Nadiem.

    Pihaknya memberikan hak kepada mahasiswa untuk belajar di luar program studi selama tiga semester dan belajar di luar kampus selama dua semester untuk magang, mengajar, pertukaran pelajar hingga pengabdian masyarakat. Hal tersebut telah mendapat bantuan dari pemerintah.

    Baca juga:  Universitas Trilogi Rancang Kuliah di Dalam Kampus Hanya 6 Semester

    Selain itu, transformasi dunia pendidikan yang dirancangnya turut menekankan penguatan karakter, menghadirkan generasi pelajar pancasila yang memiliki tekad pembelajar sepanjang hayat, yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan. Menghadirkan pelajar yang berkebinekaan global, bergotong royong, mandiri, kritis dan kreatif.

    "Saya ingin Bapak Ibu memiliki kepercayaa yang sama, meyakini kekuatan diri kita sebagai bangsa untuk berdiri dan bergerak serentak mewujudkan Merdeka Belajar," tutup dia.


    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id