Perpusnas Sebut Butuh 10 Modal Penting untuk Tingkatkan Literasi

    Al Abrar - 17 Mei 2021 16:18 WIB
    Perpusnas Sebut Butuh 10 Modal Penting untuk Tingkatkan Literasi
    Kepala Perpusnas Muhammad Syarif Bando pidato sambutan dalam pembukaan hari jadi Perpustakaan Nasional (Perpusnas) dengan tema “Integrasi Penguatan Sisi Hulu & Hilir Budaya Literasi dalam Pemulihan Ekonomi dan Reformasi Struktural”



    Jakarta: Perpustakaan Nasional sebagai lembaga pemerintah nonkementerian yang bertugas di bidang perpustakaan, berupaya melakukan pengembangan, pembinaan, dan kegemaran membaca untuk pengembangan budaya literasi. Selain penguatan dari stakeholder, Perpusnas punya 10 cara mewujudkan sumber daya manusia Indonesia yang unggul dan tinggi budaya literasi. 

    "Pertama, jumlah perpustakaan Indonesia yang besar. Kedua, transformasi digital perpustakaan. Ketiga, perpustakaan bagi generasi millennial. Keempat, Perpustakaan Nasional sebagai ikon peradaban bangsa, dan Kelima, e-Deposit: transformasi sistem penghimpunan dan pelestarian karya Intelektual bangsa," kata Kepala Perpusnas Muhammad Syarif Bando dalam pidato HUT ke 41 Perpusnas yang diselenggarakan secara virtual pada Senin, 17 Mei 2021. 

     



    Kemudian keenam, standardisasi layanan publik perpustakaan, Ketujuh, transformasi layanan perpustakaan berbasis inklusi sosial. Kedelapan, pembangunan nasional bidang perpustakaan masuk agenda pembangunan nasional revolusi mental dan pemajuan kebudayaan. Kesembilan, organisasi perpustakaan yang makin dinamis dengan memperkuat peran pustakawan. Kesepuluh, penguatan budaya baca dan literasi Indonesia.

    "Penguatan di sisi hulu harus dilakukan, agar sisi hilir budaya literasi yakni indeks literasi dan peningkatan kegemaran membaca serta akses dan kualitas layanan bisa terwujud," kata Syarif.

    Sesuai dengan Undang-undang Perpustakaan Nomor 43 Tahun 2007 pasal 5, masyarakat mendapatkan hak yang sama untuk memperoleh layanan serta memanfaatkan dan mendayagunakan fasilitasi perpustakaan, baik di daerah terpencil, terisolasi, atau terbelakang dari beragam latar belakang sosial dan ekonomi.

    Baca: Simak, Daftar 5 Beasiswa Penuh untuk Kuliah di Australia

    Menurut Syarif, seluruh pihak harus berkolaborasi dalam pembudayaan gemar membaca dan penguatan indeks literasi. “Dengan sinergi dan kolaborasi, marilah kita membuat regulasi mengenai distribusi bahan bacaan untuk memperkecil ketimpangan antarwilayah dan menganggarkan belanja buku yang sesuai dengan kondisi demografis masyarakat,” ujar Syarif.

    Perpusnas dalam memperingati HUT ke-41 menyelenggarakan rangkaian kegiatan dalam mendukung penguatan peran Perpustakaan Nasional dalam menyebarkan informasi kepada masyarakat. Kegiatan dilaksanakan secara daring dan tatap muka, dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. 

    Tidak hanya digelar di pusat, rangkaian acara juga digelar UPT Perpustakaan Nasional yaitu UPT Perpustakaan Bung Karno di Blitar dan UPT Perpustakaan Bung Hatta di Bukittinggi.

    Syarif menerangkan Perpustakaan Nasional berdiri pada 17 Mei 1980. Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 0164/0/1980, dibentuklah Perpustakaan Nasional. Cikal bakal Perpustakaan Nasional dimulai saat diintegrasikannya empat unit perpustakaan di lingkungan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan yakni Perpustakaan Museum Nasional, Perpustakaan Sejarah Politik dan Sosial, Perpustakaan Wilayah Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta, serta Bidang Bibliografi dan Deposit pada Pusat Pembinaan Perpustakaan.

    Dalam perjalanannya, Perpustakaan Nasional sudah menghasilkan tiga undang-undang yakni Undang-undang Nomor 4 Tahun 1990 tentang Serah Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam, kemudian diperbarui dengan Undang-undang Nomor 13 Tahun 2018 tentang Serah Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam.


    (ALB)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id