Mataram Siapkan Opsi Ujian Sekolah Daring dan Luring

    Antara - 23 Februari 2021 20:54 WIB
    Mataram Siapkan Opsi Ujian Sekolah Daring dan Luring
    Ilustrasi. Medcom.id



    Mataram: Dinas Pendidikan Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, menyiapkan dua opsi pelaksanaan ujian sekolah bagi siswa untuk Tahun Ajaran 2020/2021. Kebijakan ini sebagai pengganti ujian nasional karena ditiadakan akibat pandemi covid-19.

    Kepala Dinas Pendidkan (Disdik) Kota Mataram H Lalu Fatwir Uzali mengatakan dua opsi ujian sekolah yang akan dilaksanakan itu adalah dengan sistem dalam jaringan (daring) dan luar jaringan (luring).






    "Opsi ujian luring atau offline, akan kami laksanakan apabila perkembangan covid-19 di Mataram melandai dan Gugus Covid-19 memberikan izin. Jika tidak, maka ujian sekolah tetap kami laksanakan daring atau online," kata Lalu di Mataram, Selasa, 23 Februari 2021.

    Baca: 12 Siswa SD di Ternate Terpapar Covid-19 Usai Pembelajaran Tatap Muka

    Menurutnya, kegiatan ujian sekolah dijadwalkan akan dilaksanakan sekitar Maret 2021 untuk tingkat SMP/sederajat, dan April 2021 untuk tingkat SD/sederajat. Jumlah total peserta ujian sekolah kelas VI dan IX, masih dilakukan pendataan, baik sekolah negeri maupun swasta. 

    "Siswa ini banyak yang keluar masuk, ada yang pindah keluar dan masuk ke kita, jadi jumlahnya perlu divalidasi lagi," ujarnya.

    Sementara, terkait masalah materi soal ujian sekolah, lanjut Fatwir, akan disiapkan oleh kelompok kerja guru (KKG) untuk beberapa mata pelajaran yang akan diujikan.

    "Pada pinsipnya, untuk pelaksanaan ujian sekolah, baik daring maupun luring kami siap, dan tetap berpedoman pada protokol kesehatan covid-19," ungkapnya.

    Baca: IDI Makassar Tolak Wacana Pemprov Sulsel Berlakukan Pembelajaran Tatap Muka

    Menyinggung tentang tantangan pemerataan kualitas pendidikan, Fatwir mengatakan, untuk saat ini pihaknya tidak bisa bicara kualitas. "Kebijakan yang diambil pemerintah saat ini untuk selamatkan guru dan siswa dari covid-19. Jadi kami tidak bisa maksimal bicarakan kualitas," katanya.

    Kendati demikian, dalam pelaksanaan belajar daring guru berupaya maksimal memberikan materi pembelajaran sebaik-baiknya sesuai dengan standar. Meskipun, hal yang sulit dilakukan guru adalah untuk pembentukan karakter anak, sebab anak SD dan SMP cenderung lebih banyak mendengarkan kata-kata guru dari pada orang tua.

    "Untuk itulah, selain mengambil nilai kelulusan siswa dari rapor sebelumnya juga ada penilaian khusus terkait pembentukan karakter anak dengan standar kelulusan minimal nilai B (baik)," ujarnya.

    (AGA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id