2023, Cianjur Krisis Guru Berstatus PNS

    Antara - 24 Oktober 2020 20:09 WIB
    2023, Cianjur Krisis Guru Berstatus PNS
    Ilustrasi. Foto: MI/Bary Fathahillah
    Cianjur: Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat menyatakan hingga saat ini daerah itu masih kekurangan guru berstatus pegawai negeri sipil (PNS) mulai dari tingkat SD hingga SMP. Bahkan, diperkirakan pada 2023 Cianjur akan mengalami krisis guru berstatus PNS, di antaranya karena banyak yang pensiun dan juga meninggal dunia.

    Sekretaris Disdik Cianjur, Asep Saepurohman saat dihubungi mengatakan, dari 16 ribu guru yang mengajar di tingkat SD dan SMP, hanya 6.000 orang yang berstatus PNS. Sedangkan, sisanya guru berstatus hononer yang sudah mengabdi lebih dari dua tahun.

    "Melihat jumlah guru berstatus PNS dan honorer lebih banyak honorer karena hingga saat ini belum ada lagi pengangkatan guru honorer menjadi PNS. Bahkan di sejumlah sekolah negeri hanya ada seorang guru PNS, tepatnya hanya kepala sekolah saja," kata Asep dihubungi di Cianjur, Sabtu, 24 Oktober 2020.

    Minimnya guru berstatus PNS tersebut membuat Disdik Cianjur kesulitan untuk melakukan berbagai upaya guna peningkatan mutu pendidikan. Sebab, jumlah guru PNS yang ada sangat sedikit, sedangkan sarana dan prasarana penunjang mulai dari fisik hingga nonfisik, hingga saat ini sudah memadai.

    Baca: JPPI: Sekolah Mengalami Darurat Kekerasan

    Namun, tenaga pendidik dan tenaga kependidikan berstatus PNS yang masih kurang. Terlebih dua tahun ke depan jumlahnya akan terus berkurang seiring tingginya jumlah tenaga pendidikan dan tenaga kependidikan yang memasuki masa pensiun, sehingga Cianjur terancam krisis guru PNS.

    "Hitungan kasar 6.000 orang, belum yang meninggal dunia dan pensiun, namun dua tahun yang akan datang melihat dari data banyak yang pensiun. Sehingga kami berharap ada penambahan guru PNS dari pemerintah pusat, cukup memberikan seleksi administrasi bagi guru yang sudah mengabdi lebih dari dua tahun," ujarnya.

    Ia menjelaskan, hingga saat ini, dari 10 ribu guru honorer yang ada sebagian besar sudah mengabdi lebih dari dua tahun. Bahkan, yang terlama sudah mengabdi selama 21 tahun, namun hingga saat ini belum mendapat kejelasan kapan akan diangkat menjadi guru PNS.

    Idealnya, kata dia, ada satu orang guru PNS untuk satu mata pelajaran di sekolah SMP. Lalu, untuk SD seorang guru PNS untuk satu kelas. Saat ini, sebagian besar jumlah tersebut masih diisi guru berstatus honorer, atau guru PNS merangkap wali kelas sekaligus tenaga pengajar.

    "Kami berharap ini menjadi perhatian pemerintah daerah hingga pusat, sehingga dua tahun yang akan datang tidak terjadi krisis guru berstatus PNS," ujarnya.

    (AGA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id