Dua Mahasiswa UKDW Ambil Bagian dalam Program Kampus Mengajar

    Arga sumantri - 24 Maret 2021 20:53 WIB
    Dua Mahasiswa UKDW Ambil Bagian dalam Program Kampus Mengajar
    Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW). Foto: Dok Humas UKDW.



    Yogyakarta: Fakultas Bioteknologi Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta mengirimkan mahasiswanya dalam program Kampus Mengajar. Ini jadi satu upaya UKDW mendukung program yang digagas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tersebut. 

    Wakil Dekan Bidang Akademik (WD I) Fakultas Bioteknologi UKDW Aniek Prasetyaningsih mengatakan, dalam program kampus mengajar ini mahasiswa akan ditempatkan di sekolah dasar di seluruh Indonesia. Khususnya, di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) untuk membantu proses belajar mengajar. 






    "Mahasiswa diharapkan menjadi bagian dari penguatan pembelajaran literasi dan numerasi, menjadi partner guru dalam meningkatkan kreativitas dan inovasi dalam pembelajaran," ujar Aniek melalui keterangan tertulis, Rabu, 24 Maret 2021.

    Sejak program ini disosialisasikan pada Februari lalu, sebanyak 36 ribu mahasiswa mendaftarkan diri. 14.880 mahasiswa di antaranya dinyatakan lolos seleksi.

    Baca: Dosen UMI Terpilih Sebagai Penilai PKM 2021 Kemendikbud

    UKDW mengirim lima mahasiswa Fakultas Bioteknologi, dua di antaranya berhasil mendapat kesempatan untuk mengikuti program Kampus Mengajar Angkatan I. Hal ini, kata Aniek, merupakan kesempatan yang sangat berharga bagi mahasiswa karena dapat merasakan pengalaman untuk mengasah jiwa kepemimpinan dan mengembangkan diri di luar kelas. 

    "Mahasiswa yang lolos program ini diharapkan mampu menjadi agen perubahan bagi pendidikan di Indonesia. Mereka akan melaksanakan program ini selama bulan Maret hingga Juni 2021," ungkapnya.

    Kedua mahasiswa yang lolos seleksi untuk mengikuti program tersebut adalah Elisabet Suharti Soleman yang akan mengajar di SD Inpres Weri Pateng, Manggarai, Nusa Tenggara Timur, dan Tika Meilani Manurung yang akan mengajar di SDS Santo Yosep, Singkawang, Kalimantan Barat.

    Elisabet mengungkapkan, salah satu alasannya mengikuti program ini adalah ingin berperan aktif dalam pengembangan pendidikan di Indonesia. Selama pandemi, kata dia, banyak guru yang mengajar di daerah 3T mengalami kendala dan keterbatasan dalam proses belajar mengajar. 

    "Saya ingin membantu adik-adik yang belajar di SD tempat saya mengabdi selama tiga bulan ke depan untuk menciptakan perubahan yang lebih baik," ungkap Elisabet.

    Baca: UKDW Dukung Peningkatan Kualitas Kampus Lewat DIES-DAAD

    Sementara itu, Tika menuturkan setelah mendengar informasi tentang program ini, ia langsung tertarik untuk mendaftar. Ia tergerak ingin membantu siswa di daerah 3T yang bersemangat untuk sekolah namun keterbatasan guru menjadi permasalahan utama.

    "Sebelum turun ke lapangan untuk mengajar, kami mendapatkan pembekalan secara daring dari tanggal 15-20 Maret 2021. Saat penugasan, kegiatan belajar mengajar direncanakan dilakukan secara luring maupun daring. Selain itu kami juga akan membantu dalam pengerjaan administrasi sekolah dan penggunaan teknologi,” jelas Tika.

    Program Kampus Mengajar merupakan bagian dari program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka yang dicanangkan Kemendikbud. Tujuan program ini adalah memberikan kesempatan kepada mahasiswa belajar dan mengembangkan diri melalui aktivitas di luar kelas perkuliahan. Program ini diharapkan menjadi salah satu solusi bagi sekolah yang terdampak pandemi dengan memberdayakan mahasiswa sebagai pengajar selama pandemi covid-19.

    (AGA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id