Santri Dinilai Tulang Punggung NKRI

    Arga sumantri - 22 Oktober 2020 20:44 WIB
    Santri Dinilai Tulang Punggung NKRI
    Ilustrasi. Foto: Antara/Rahmad
    Jakarta: Hari Santri Nasional dinilai bisa jadi momentum mengenang peran santri dan ulama dalam meneguhkan kedaulatan bangsa sampai hari ini. Santri dinilai tulang punggung Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

    "Dengan tegas kita sampaikan bahwa ulama dan santri adalah tulang punggung NKRI. Mereka yang mewariskan NKRI, mereka juga yang menjaga kedaulatannya sejak zaman penjajahan hingga hari ini," kata Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di DPR Jazuli Juwaini di Jakarta, Kamis, 22 Oktober 2020.

    Menurut Jazuli, pergerakan kemerdekaan Indonesia bertabur nama besar ulama dan santri pejuang karena memang kesadaran mencintai Tanah Air sebagian dari iman diajarkan di pesantren-pesantren sejak dulu. Hingga kini, ajaran khas pesantren masih sama, yakni perbaikan masyarakat serta penjagaan bangsa dan negara.

    "Itulah sifat dan karakter pendidikan pesantren yang sangat nasionalis sehingga layak dijadikan soko guru pendidikan nasional," ungkapnya

    Selain itu, santri dianggap sebagai gambaran nyaris sempurna visi pendidikan nasional dalam Pasal 31 UUD 1945, yaitu siswa didik yang beriman, bertakwa dan berakhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.

    Baca: Santri Diminta Proaktif Memerdekakan Indonesia dari Covid-19

    PKS menilai keberpihakan negara kepada pendidikan pesantren semakin kuat dengan lahirnya Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren. UU Pesantren mengamanatkan agar pemerintan mengokohkan karakter pendidikan pesantren berikut dukungan anggaran, sarana dan prasarana serta kurikulum. 

    Jazuli mengajak seluruh masyarakat untuk menempatkan ulama dan santri secara terhormat dalam kehidupan bermasyarakat. Caranya, dengan meneladani spirit dalam menjaga karakter bangsa yang beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia, serta dalam menjaga kedaulatan NKRI.

    Bersamaan dengan peringatan Hari Santri, Fraksi PKS secara resmi meluncurkan Lomba Baca Kitab Kuning yang memasuki tahun keempat. Ini jadi salah satu program rutin bagi para santri di seluruh Indonesia untuk menumbuhkan kecintaan pada ulama dan khazanah keilmuwan Islam dan pesantren.

    Masa pendaftaran lomba ini dibuka mulai 22 Oktober - 15 November 2020. Babak penyisihan digelar pada 16 November - 3 Desember 2020. Sedangkan, babak final dilaksanakan pada 22 Desember 2020

    Seperti tahun-tahun sebelumnya lomba diperuntukkan bagi pelajar pesantren atau santri. Juara pertama lomba ini bakal mendapat hadia umrah ke Tanah Suci. Adapun kitab yang dilombakan adalah Kitab Fathul Muin karya Syekh Zainuddin bin Abdul Aziz bin Zainuddin Al-Malibari.

    (AGA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id