Kesenjangan Inovasi Perguruan Tinggi dengan Industri Sangat Lebar

    Citra Larasati - 16 Oktober 2020 11:57 WIB
    Kesenjangan Inovasi Perguruan Tinggi dengan Industri Sangat Lebar
    Ilustrasi. Foto: Antara
    Jakarta:  Menteri Riset dan Teknologi (Menristek), Bambang Brodjonegoro mengatakan, bahwa kerja sama inovasi perguruan tinggi dan industri sudah menjadi keharusan saat ini. Penting bagi Indonesia untuk mendukung penelitian dan pengembangan yang kuat. 

    Menurut Bambang, selama ini masih ada kesenjangan yang lebar di antara keduanya.  Baik inovasi di perguruan tinggi dan industri sama-sama asyik dengan dunianya masing-masing. 

    “Seringkali inovasi dari perguruan tinggi (prototype) tidak siap diterapkan oleh industri. Sementara kebutuhan industri tidak terinfokan dengan baik ke perguruan tinggi,” ujar kata Bambang, Jumat, 16 Oktober 2020.

    Untuk itu, adanya pandemi saat ini, Indonesia harus berubah menuju adaptasi kebiasaan baru dengan less contact economy. Yakni kombinasi protokol kesehatan dengan menggerakkan ekonomi. Esensinya adalah dengan teknologi digital.

    "Tidak hanya itu agar tidak masuk dalam jebakan middle income trap, harus diiringi oleh perubahan mindset. Yang tadinya ekonomi sumber daya alam menjadi ekonomi inovasi. Tentunya membutuhkan adanya kerja sama antara pemerintah, perguruan tinggi dan industri, " jelasnya. 

    Baca juga:  Diaspora Indonesia di Inggris Siap Bersinergi Hilirisasi Riset Farmasi

    Sebesar 42,8 persen usulan inovasi berasal dari Tiongkok, hal ini berkorelasi dengan kemajuan ekonomi dan industri di negara tersebut.  Sedangkan Indonesia dalam konteks global innovation indeks masih kalah dengan Singapura, Malaysia, Thailand, Vietnam, bahkan Filipina.

    Ketua Forum Rektor Indonesia (FRI), Arif Satria mengatakan, bahwa Indonesia harus berani bermimpi besar, meraih posisi yang tertinggi setidaknya di ASEAN dalan indeks inovasi di kurun waktu tiga hingga empat tahun ke depan.  "Ini tantangan. Kita harus berani bermimpi besar dengan mewujudkan future-future practice," kara Arif.

    Bercermin dari Tiongkok, meningkatnya indeks inovasi tersebut membuat hubungan antara inovasi serta industri dengan perekonomian di suatu negara menjadi penting. "Untuk menumbuhsuburkan inovasi Indonesia, perlu dilakukan kolaborasi dengan industri, " jelasnya.

    Menurutnya, strategi pengembangan inovasi dan kerja sama industri yang dapat dilakukan adalah adanya sinergi program kerja sama penelitian dan pengembangan lembaga riset pemerintah, lembaga riset swasta, perguruan tinggi dan dunia usaha. Sebagai contoh di Jepang, inovasinya bersinergi dengan industri dalam satu kawasan.

    Langkah kedua, menurutnya adalah implementasi teknologi baru melalui pilot plant. Ketiga, adanya jaminan risiko dari pemerintah pada implementasi teknologi baru.

    “Harus ada jaminan risiko berupa bantuan riset tambahan, sehingga inovasi benar-benar bisa masuk pasar, sehingga penting adanya asuransi inovasi. Selain itu, perlu juga diupayakan adanya insentif bagi industri yang penelitian dan pengembangannya bekerja sama dengan perguruan tinggi,” imbuhnya.


    (CEU)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id