comscore

Rakornas Dibuka, Kuatkan Peran Perpustakaan dalam Transfer Pengetahuan

Citra Larasati - 22 Maret 2021 12:33 WIB
Rakornas Dibuka, Kuatkan Peran Perpustakaan dalam Transfer Pengetahuan
Kepala Perpustakaan Nasional, Muhammad Syarif Bando. Dok. Istimewa
Jakarta:  Seluruh insan perpustakaan di Tanah Air harus menguatkan perannya dalam mentransfer pengetahuan. Hal itu ditegaskan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Bidang Perpustakaan 2021.

Kepala Perpustakaan Nasional (Perpusnas), Muhammad Syarif Bando menyatakan, Rakornas  bertujuan menguatkan peran perpustakaan dalam transfer pengetahuan untuk meningkatkan budaya literasi sekaligus berperan dalam pemulihan ekonomi nasional.   Diakui teori ilmu perpustakan yang relevan saat ini, peran perpustakaan tak lagi hanya mengoleksi buku namun lebih kepada transfer of knowledge atau transfer ilmu pengetahuan.
"Konsolidasi dan koordinasi antarpemangku kepentingan di bidang perpustakaan secara intens dilakukan dalam Rakornas, sehingga perpustakaan sebagai leading sector dalam peningkatan literasi, inovasi, dan kreativitas bisa mewujudkan masyarakat berpengetahuan dan berkarakter,” ungkap Syarif Bando saat membuka Rakornas dari Gedung Layanan Perpusnas, Jakarta, Senin, 22 Maret 2021.

Baca juga:  Prihatin, Satu Buku Ditunggu 90 Orang di Indonesia Setiap Tahunnya

Ditegaskan literasi adalah kedalaman pengetahuan seseorang terhadap suatu subjek ilmu pengetahuan yang menjadi kunci utama untuk berdaya saing. Tugas saat ini adalah memastikan sisi hulu berperan optimal dan berfungsi baik sekaligus memastikan kebutuhan bahan bacaan bagi 270 juta penduduk terpenuhi.

Menurutnya ada empat tingkatan literasi, yakni kemampuan mengumpulkan sumber-sumber  bahan bacaan. Kedua, kemampuan memahami apa yang tersirat dari yang tersurat.

Ketiga, kemampuan mengungkapkan ide atau gagasan baru, teori baru, dan kreativitas serta inovasi baru hingga memiliki kemampuan menganalisis informasi dan menulis buku. Keempat, kemampuan menciptakan barang atau jasa yang bermutu yang bisa dipakai dalam kompetisi global.

Perspektif literasi Indonesia sendiri menurut Syarif, masih sedang, dikarenakan kemampuan akses informasi terkait TIK yang rendah, kurangnya ketersediaan dan akses terhadap informasi yang berkualitas, serta ketidakmampuan untuk mendapatkan informasi yang relevan.

"Maka dari itu solusinya adalah peningkatan akses informasi, penguatan infrastruktur  informasi dan penguatan konteks informasi bagi individu. Dengan begitu menghasilkan keadilan informasi dan peningkatan literasi sehingga berdampak pada kesejahteraan," ucap Syarif.

Baca juga:  Hanya 10% Penduduk Bisa Kuliah, Perpustakaan Jadi 'Bangku Terakhir' Sumber Belajar

Rakornas tahun ini mengusung tema "Integrasi Penguatan Sisi Hulu dan Hilir Budaya Literasi dalam Pemulihan Ekonomi dan Reformasi Struktural" serta perumusan rencana pembangunan di bidang perpustakaan tahun 2021. Tema ini diangkat sebagai jawaban berbagai persoalan dan tantangan peran perpustakaan dan pemangku kepentingan masa kini.

Berbeda dengan kegiatan Rakornas tahun lalu, mengingat pandemi virus korona belum mereda, Rakornas yang digelar pada 22-23 Maret ini dilakukan dilakukan secara virtual dengan menggunakan aplikasi Zoom yang diikuti sebanyak 10.000 peserta.

(CEU)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id