comscore

Mertua Larang Aurel Lahiran Caesar, Begini Dilihat dari Sisi Medis dan Mitos

Renatha Swasty - 24 Februari 2022 11:14 WIB
Mertua Larang Aurel Lahiran Caesar, Begini Dilihat dari Sisi Medis dan Mitos
Ilustrasi melahirkan. Freepik
Jakarta: Media sosial dihebohkan dengan potongan video Ayah Atta Halilintar melarang sang menantu, Aurel Hermansyah, melahirkan caesar. Keinginan sang mertua agar Aurel melahirkan normal supaya memiliki banyak anak.

“Jangan sampai operasi. Jangan sampai caesar. Kalau caesar Atta nggak bisa punya anak banyak,” kata Ayah Atta, Halilintar Anofial Asmid, dalam video.
Video itu ditanggapi beragam oleh netizen. Lantas, bagaimana tanggapan medis terkait hal ini?

Dosen Kebidanan Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Rizka Adela Fatsena, menilai kalimat yang dilontarkan Ayah Atta perlu ditilik kembali. Khususnya terkait keinginan memiliki banyak anak.

“Ingin memiliki anak seberapa banyak? Lebih dari satu pun sudah dikatakan banyak dan keputusan memiliki momongan dan memilih metode caesar ataupun normal yang paling utama ada di seorang ibu dan kemudian pasangannya," kata Rizka dikutip dari laman uns.ac.id, Kamis, 24 Februari 2022.

Rizka menyebut memiliki anak banyak sesuai keinginan orang tua Atta dengan memilih operasi caesar bukan opsi pas. Meski, tidak ada batasan khusus berapa kali seorang perempuan boleh menjalani operasi caesar.

Rizka menegaskan semakin banyak operasi caesar akan meningkatkan risiko pada ibu dan bayi. Seperti mengalami pendarahan hebat pada ibu bahkan menimbulkan kematian atau bayi lahir prematur.

“Biasanya risiko meningkat ketika caesar ketiga dan seterusnya. Tetapi, tetap tergantung dengan kondisi masing-masing ibu dan keputusan dokter atau bidan yang menangani,” tutur dia.

Mitos operasi caesar

Rizka menuturkan mitos persalinan caesar sangat banyak. Mitos paling umum beredar, ketika sebelumnya melahirkan caesar, proses persalinan selanjutnya si ibu tidak lagi bisa melahirkan normal.

"Nah, ini yang tidak tepat. Karena kembali lagi ke kondisi si ibu,” ujar dia.

Rizka menuturkan terdapat empat faktor yang menentukan metode persalinan. Yakni, power yang artinya kekuatan ibu mengejan, kontraksi rahim. Lalu, passage (dari ibu) yang artinya kondisi jalan lahir ibu, ukuran panggul ibu, jalan lahir/mulut rahim.

Kemudian, passanger (dari bayi) yaitu kondisi bayi, ukuran bayi, plasenta. Terkahir, psikologi, yaitu kecemasan dan kesiapan menghadapi persalinan.

Rizka mengatakan metode persalinan caesar bisa terjadi ketika anak pertama lahir lewat dari Hari Perkiraan Lahir (HPL) yang telah ditentukan. Kemudian, ketuban pecah dini atau janin dalam posisi sungsang. Y

"Yang mana ketika hamil anak kedua semua kasus tersebut tidak dialami kembali dan ibu minimal memenuhi faktor 4P tersebut serta tidak ada faktor penyulit yang lain, maka kemungkinan besar si ibu dapat melahirkan anak kedua secara normal begitu juga seterusnya,” jelas dia.

Namun, Rizka menyampaikan apabila si ibu tidak bisa memenuhi salah satu faktor tersebut atau ada faktor penyulit lain kemungkinan dokter atau bidan akan tetap menyarankan untuk persalinan caesar. “Karena yang terpenting si ibu bisa melahirkan dengan selamat dan bayinya terlahir dalam keadaan sehat,” tegas dia.

Baca: Mertua Minta Aurel Hermansyah Lahiran Normal, Netizen Emosi
 

(REN)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id