comscore

Kemendikbudristek Dorong Sekolah Masih Belajar Daring Segera Gelar PTM

Renatha Swasty - 14 Juni 2022 21:09 WIB
Kemendikbudristek Dorong Sekolah Masih Belajar Daring Segera Gelar PTM
Ilustrasi sekolah. MI/Widiyanto
Jakarta: Kondisi penyebaran covid-19 semakin terkendali sehingga Indonesia kini bertransisi menyambut endemi. Berdasarkan Instruksi Mendagri Nomor 29 dan 30 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang berlaku mulai 7 Juni sampai 4 Juli 2022 hampir semua daerah berada pada PPKM level 1, hanya 1 kabupaten berstatus PPKM level 2, yaitu Kabupaten Teluk Bintuni di Provinsi Papua Barat.

Sekretaris Jenderal (Sesjen) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) mengimbau semua pemangku kebijakan khususnya di sektor pendidikan mendukung pemulihan layanan pendidikan. Salah satunya, segera membuka pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah. 
“Saya mengajak seluruh peserta webinar terutama dari pemerintah daerah (pemda), satuan pendidikan, dan peserta didik serta keluarga peserta didik untuk bersama-sama berupaya memulihkan layanan pendidikan agar kita bisa bangkit mengejar ketertinggalan akibat pandemi covid-19,” ujar Suharti dalam webinar “Pemulihan Layanan Pendidikan Dampak Pandemi Covid-19” yang disiarkan melalui kanal YouTube Kemendikbud RI, Selasa, 14 Juni 2022. 

Suharti menyebut ada beberapa aspek yang perlu diperhatikan dalam pemulihan pembelajaran, yaitu mendorong partisipasi pembelajaran tatap muka 100 persen yang aman, pemulihan pembelajaran, pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam layanan pendidikan, serta dukungan bagi pemda, satuan pendidikan, dan peserta didik yang terdampak lebih berat karena pandemi covid-19. 

“Dalam upaya memulihkan kondisi layanan pendidikan dan memulihkan proses pembelajaran pasca pandemi covid-19 diperlukan strategi dan rencana pemulihan layanan pendidikan terstruktur, sistematis, dan masif melibatkan berbagai pihak yang memiliki sumber daya untuk mendorong pemulihan pembelajaran,” tutur dia.

Dia menyebut bersama empat Menteri, yaitu Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek), Menteri Agama (Menag), Menteri Kesehatan (Menkes), dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) terus menerus disesuaikan mengikuti dinamika kebijakan penanganan covid-19, situasi pandemi covid-19 di setiap daerah, dan perkembangan cakupan program vaksinasi covid-19.

Suharti menjelaskan penyelenggaraan pendidikan di masa pandemi covid-19 dilaksanakan dalam tiga bentuk, yakni pembelajaran jarak jauh secara penuh, pembelajaran tatap muka terbatas, dan pembelajaran campuran. Upaya yang dilakukan pemerintah dalam pemulihan layanan pendidikan dampak pandemi covid-19, yakni menyesuaikan kebijakan pembelajaran di masa pandemi melalui SKB 4 Menteri, menetapkan Kurikulum Darurat, menyiapkan Kurikulum Merdeka sebagai upaya pemulihan pembelajaran, menyesuaikan kebijakan BOS Reguler dan BOP, serta BOS Afirmasi dan BOS Kinerja. 

Kemudian memberikan bantuan dalam bentuk bantuan TIK, kuota internet, subsidi upah, sarana Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS), meningkatkan kapasitas pendidik dan tenaga kependidikan dalam memfasilitasi pembelajaran di masa pandemi covid-19, baik pembelajaran jarak jauh, tatap muka yang aman, dan pembelajaran campuran daring dan luring. Lalu, menyediakan platform dan sumber belajar seperti platform pembelajaran daring hasil kerja sama dengan pihak swasta, bahan ajar digital, modul mandiri, program Belajar Dari Rumah di TVRI dan TV Edukasi, serta lain sebagainya, serta menyiapkan program dukungan nasional seperti program Kampus Mengajar yang melibatkan 38 ribu mahasiswa, KKN Tematik Covid-19, 15 ribu Relawan Covid-19 Nasional, serta 185 ribu Duta Perubahan Perilaku dari kalangan mahasiswa, guru, dan masyarakat. 

Sementara itu, Kepala Unit Pendidikan, UNICEF Indonesia, Katheryn Bennet, mengungkapkan sejak 2020, UNICEF telah bekerja sama dengan (Kemendikbudristek), Kementerian Kesehatan (Kemenkes), serta berbagai kementerian/lembaga (K/L) lainnya dalam mendukung berbagai upaya pemulihan pembelajaran, serta membangun sistem pembelajaran yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi anak. Hal ini untuk memastikan agar semua anak merasa nyaman untuk belajar selama pandemi maupun pascapandemi. 

Katheryn menyebut lebih dari 500 ribu sekolah/madrasah harus melaksanakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) sejak awal Maret 2020 dan telah berdampak terhadap 60 juta siswa. Tantangan untuk melaksanakan PJJ telah membuat banyak anak tidak dapat melanjutkan pendidikan mereka. Banyak pihak yang mengkhawatirkan kondisi ini termasuk anak-anak dan orang tua. 

“Kita harus melakukan berbagai cara untuk membantu anak-anak kembali ke sekolah sehingga mereka mendapat manfaat dari PTM melalui guru mereka secara langsung. Hanya melalui PTM kita bisa mengatasi krisis pembelajaran,” tutur dia. 

Katheryn menuturkan mengutip hasil telaah UNICEF dan World Bank, untuk memulihkan kondisi pembelajaran maka seluruh ekosistem pendidikan harus bekerja sama dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di berbagai wilayah. Selain itu, penting untuk mempertahankan agar peserta didik bisa belajar di sekolah agar pencapaian kompetensi peserta didik di masing-masing jenjang berikut metode ajarnya dapat teridentifikasi dengan baik. 

“Dengan demikian, anak-anak dapat belajar sesuai tingkatannya secara tepat,” jelas Katheryn.

Dia menuturkan penting untuk memprioritaskan pembelajaran yang fundamental/esensial termasuk literasi dan numerasi merujuk pada kecakapan abad ke-21. Semua pihak didorong mengejar pembelajaran yang selama ini mengalami ketertinggalan atau bahkan hilang. 

Terakhir, perlu membangun ekosistem pembelajaran kondusif. Sehingga, setiap anak merasa nyaman dan siap untuk belajar.

“Kami mengapresiasi upaya Kemendikbudristek yang senantiasa memastikan keberlangsungan pembelajaran. Kami terbuka untuk berdiskusi guna menciptakan sekolah yang aman di berbagai wilayah, agar layanan pembelajaran bisa tersedia dengan baik pada pendidikan formal maupun infomal,” kata dia. 

Baca: Kemendikbudristek Dorong Vaksinasi Covid-19 untuk Anak Terus Dilakukan



(REN)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id