Pandemi, Layanan Jasa Iradiasi Batan Tetap Beroperasi

    Arga sumantri - 12 Mei 2020 20:40 WIB
    Pandemi, Layanan Jasa Iradiasi Batan Tetap Beroperasi
    Aktivitas jasa iradiasi IGMP Batan. Dokumentasi Humas Batan
    Jakarta: Fasilitas Iradiator Gamma Merah Putih (IGMP) milik Badan tenaga Nuklir Nasional (Batan) tetap melayani jasa iradiasi dari masyarakat di tengah pandemi virus korona )covid-19). Namun, operasional dengan menerapkan aturan pembatasan sosial yang ketat. 

    Kepala Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR) Batan, Totti Tjiptosumirat mengatakan, IGMP merupakan fasilitas nuklir yang diresmikan pemanfaatannya pada 2017. IGMP dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, di antaranya pengawetan bahan makanan, kosmetik, dan sterilisasi alat kesehatan.

    "IGMP memberikan jasa layanan iradiasi kepada masyarakat yang berhubungan dengan perputaran ekonomi nasional, seperti mendukung produksi pangan dan alat kesehatan, serta mendukung ekspor bahan baku makanan dan obat," kata Totti melalui siaran pers, Selasa, 12 Mei 2020.

    Totti menyatakan, IGMP tetap beroperasi memberikan layanan kepada masyarakat dengan mengedepankan protokol kesehatan meskipun dalam kondisi pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Sejumlah protokol pencegahan covid-19 dilaksanakan, seperti penggunaan masker, menjaga jarak antar pekerja dan pelanggan, serta penggunaan disinfektan dan sanitasi tangan.

    “Selain itu, untuk para pekerja atau pelaksanan kegiatan iradiasi diberlakukan pembatasan jam kerja dengan tujuan mengurangi jumlah orang untuk bertemu pada saat yang bersamaan, namun dengan target yang sama atau disesuaikan dengan permintaan pelanggan," jelasnya.

    Baca: BATAN Sterilisasi Antiserum Covid-19 dengan Iradiasi Gamma

    Totti berharap, tetap beroperasinya IGMP menjadi bentuk komitmen Batan untuk tetap mendukung roda perekonomian, khususnya pada saat pandemi covid-19. Selain itu, beroperasinya IGMP diharapkan dukungan terhadap industri bahan makanan, obat dan alat kesehatan tetap berlangsung.

    "Dengan demikian perekonomian secara nasional akan terbantu dan tetap berputar, meskipun sumbangan yang diberikan oleh IGMP masih dalam skala kecil," ungkapnya.

    Kepala Loka IGMP, Indra Milyardi mengatakan, jam operasional IGMP selama pemberlakuan PSBB dikurangi menjadi 12 jam per hari dari sebelumnya 24 jam per hari. Pengurangan jam operasi ini sebagai upaya mengurangi interaksi sosial antar pekerja dan pelanggan dalam rangka mengurangi penyebaran covid-19.

    "Selama PSBB, setiap hari IGMP dioperasikan oleh delapan orang pekerja yang terdiri dari tiga operator, empat teknisi, dan satu pekerja lapangan," kata Indra.

    Menurut Indra, Jumlah pelanggan yang memanfaatkan jasa IGMP selama penerapan PSBB tidak mengalami penurunan yang signifikan, bahkan terdapat perusahaan tertentu yang mengalami kenaikan produksi. Sejak pertengahan Maret hingga April 2020, jasa iradiasi yang dikerjakan IGMP rata-rata mencapai 20 ton per minggu.

    "Pemintaan untuk layanan jasa iradiasi selama pandemi covid-19 ini masih stabil, namun jam operasi IGMP dibatasi, sehingga terjadi antrean pengerjaan yang cukup panjang. Hal ini dikarenakan jam operasi IGMP dikurangi dari 24 jam menjadi 12 jam per hari," papar Indra



    (AGA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    HOT ISSUE

    MORE
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id