Kasus THR UNJ, Aliansi Dosen Mendesak Reformasi Perguruan Tinggi

    Muhammad Syahrul Ramadhan - 23 Mei 2020 21:04 WIB
    Kasus THR UNJ, Aliansi Dosen Mendesak Reformasi Perguruan Tinggi
    Ilustrasi. Medcom.id
    Jakarta: Aliansi Dosen Untuk Reformasi Perguruan Tinggi menyesalkan adanya temuan dugaan gratifikasi Rektor Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Komarudin kepada sejumlah pejabat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Kasus ini menjadi pukulan bagi seluruh sivitas akademika.

    "Kami berpandangan bahwa reformasi birokrasi di dunia pendidikan adalah syarat awal untuk memajukan kehidupan  berintegritas di universitas," kata Presidium Aliansi Dosen Robertus Robet melalui siaran pers, Sabtu, 23 Mei 2020. 

    Robertus mengatakan, kasus ini merupakan puncak gunung es dari berbagai keterbelakangan yang menimpa dunia universitas. Ia mendesak reformasi menyeluruh dalam birokrasi universitas agar budaya akademik tumbuh sehat. 

    "Dan universitas semakin fokus untuk menyelenggarakan tri dharma perguruan tinggi secara utuh (pembelajaran, riset dan pengabdian masyarakat) dengan berbasis pada paradigma academic freedom yang kokoh," ujarnya. 

    Aliansi Dosen juga menuntut Kemendikbud melakukan refomasi birokrasi pendidikan, termasuk dalam administrasi pemberian gelar dan kepangkatan yang meliputi pengawasan dan pelarangan praktik jual beli gelar, perjokian penulisan jurnal dan penelitian. Hal ini dinilai bisa menjadi pintu hadirnya praktik koruptif di dunia pendidikan yang pada ujungnya hanya menghasilkan kehidupan akademik palsu di kampus.

    Menurut dia, Mendikbud Nadiem Makarim juga perlu mereformasi bidang tata laksana jabatan-jabatan di universitas dengan memastikan menolak semua bentuk politisasi dan berbagai transaksi. Menurut dia, politisasi dan transaksi jabatan sering menjadi pangkal dari kerusakan di universitas.

    Baca: IGI: Gratifikasi THR UNJ Pelecehan Nilai Pendidikan

    Terkait kasus UNJ, ia berharap kepada civitas akademika UNJ tetap tenang dan menjalankan aktivitas akademik seperti biasa. Ia meminta kasus dipercayaan kepada lembaga penegak hukum.

    "Kepada pihak pimpinan UNJ agar dengan terang menjelaskan pemberitaan OTT tersebut kepada civitas akademika UNJ dan kepada publik. Agar publik memahami apa yang sesungguhnya terjadi," ungkapnya.



    (AGA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    HOT ISSUE

    MORE
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id