Cegah Virus Korona, UNS Budidayakan Jahe Merah

    Muhammad Syahrul Ramadhan - 21 Februari 2020 08:08 WIB
    Cegah Virus Korona, UNS Budidayakan Jahe Merah
    Tim peneliti UNS saat memberi pendampingan pada petani. Foto: UNS/Humas
    Jakarta:  Akhir-akhir ini dunia dihebohkan dengan merebaknya Virus Korona (Covid-19).  Penyebaran virus Korona yang masif dan cepat ke berbagai belahan negara ini membuat masyarakat melakukan sejumlah upaya untuk meningkatkan kekebalan tubuh dan menjaga kesehatan, salah satunya dengan mengonsumsi sejumlah herbal seperti jahe merah.

    Gejala yang ditimbulkan oleh virus Korona ini memang mirip dengan gejala penyakit umum yang banyak dirasakan masyarakat, seperti batuk, pilek, dan demam.  Berkaitan dengan pencegahan virus Korona tersebut, sebagai lembaga pendidikan dan riset, UNS kini tengah mengembangkan budidaya jahe merah.

    Pengembangan budidaya jahe merah dilakukan di Desa Wonorejo, Kecamatan Jatiyoso, Kabupaten Karanganyar.  Tanaman jahe merah dapat tumbuh dengan baik pada ketinggian sekitar 200-600 meter di atas permukaan laut (mdpl).

    Sumber lain menyatakan, bahwa tanaman jahe merah juga masih dapat tumbuh dengan baik hingga ketinggian 900 mdpl. Sedangkan di Wonorejo ketinggian sekitar 800 mdpl, sehingga masih cocok untuk membudidayakan jahe merah.

    Budidaya jahe merah dilakukan oleh tim peneliti UNS, di antaranya Supriyono, Bambang Pujiasmanto, Sri Nyoto dan Ida Nugroho. Mereka melakukan pendampingan kepada sejumlah petani jahe merah.

    Penanaman Jahe merah pada lahan seluas lima hektar dengan kontur tanah perbukitan ini melibatkan 70 petani. “Budidaya jahe merah di daerah tersebut baru pertama kali dilakukan, ini dilakukan berkat kerja sama antara Wana Agro dengan UNS. Ke depan akan dikembangkan riset dengan luas lahan 1,5 hektar pada lahan UNS untuk dikembangkan secara intensif,” terang Ida Nugroho, salam siaran persnya, Jumat, 21 Februari 2020.

    Ida Nugroho menambahkan, jahe merah tidak seperti jahe pada umumnya.  Bentuk luar yang berwarna merah cenderung mudah untuk dikenali.

    Untuk rasanya, jahe merah lebih pedas dibandingkan dengan jahe jenis lainnya. Jahe merah mempunyai kandungan antioksidan yang tinggi, berfungsi mencegah radikal bebas yang dapat merusak sel-sel tubuh.

    Selain itu jahe merah juga mengandung antiinflamasi dan antioksidan, sehingga dapat membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh dari serangan virus maupun bakteri. 
    Manfaat yang besar jahe merah terhadap sistem kekebalan tubuh inilah, kata Ida, yang perlu dikembangkan lebih luas.

    Pengembangan budidaya jahe ini bisa dilakukan pada sekitar pekarangan dengan menanam di dalam pot atau di luar pot, sehingga sangat mudah. “Jahe merah merupakan salah satu jenis herbal yang bisa mencegah masuknya virus ke dalam tubuh. Budidaya jahe merah dapat bermanfaaat dan menguntungkan para petani dan masyarakat karena dapat memperoleh tambahan penghasilan dan pendapatan,” tutup Ida.



    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    HOT ISSUE

    MORE
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id