Pengamat Menilai Nadiem Tak Terbuka dalam Membuat Kebijakan

    Muhammad Syahrul Ramadhan - 08 Juli 2020 12:06 WIB
    Pengamat Menilai Nadiem Tak Terbuka dalam Membuat Kebijakan
    Anggota BSNP, Doni Koesoema. Foto: Zoom
    Jakarta: Pengamat Pendidikan Doni Koesoema menyoroti keterbukaan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim dalam membuat kebijakan.  Ia menilai Nadiem terlalu eksklusif dan belum terbuka dalam membuat kebijakan bersama pemangku kepentingan lainnya.

    Salah satunya dengan Pemerintah daerah, yang akibatnya banyak kebijakan yang tidak sinkron antara peraturan yang dikeluarkan pusat dengan implementasinya di daerah.  “Belum tertata dengan baik. Masing-masing kepala daerah itu mengeksekusi kebijakannya sendiri-sendiri,” kata Doni dalam Webinar bertema "Arah Pendidikan Kita:  Mas Nadiem Mau Kemana" yang digelar Pustakapedia, Selasa, 7 Juli 2020.

    Untuk itu, kata Doni, Mendikbud seharusnya tidak hanya mengandalkan tim khususnya saja, tetapi juga melibatkan pemangku pendidikan lainnya. Yakni kepala daerah, akademisi, lembaga-lembaga yang konsen pada pendidikan.

    Karena saat ini saja terbukti, implentasi dari kebijakan yang dikeluarkan Nadiem seperti pembejalaran jarak jauh selama pandemi ini belum diimplementasikan dengan baik. “Pembelajaran jarak jauh dan lain lain masih amburadul,” ujarnya.

    Baca juga:  Komisi X Dorong Konsep Sekolah Swasta Dibiayai APBN

    Belum lagi lanjut Doni, kekinian justru muncul berbagai wacana, salah satunya nomenklatur pendidikan agama yang dilebur ke dalammata pelajaran lain dalam evaluasi Kurikulum 2013.

    “Sebenarnya itu bisa didialogkan, perlu keterbukaan. Pendidikan urusan bangsa, enggak bisa sendiri-sendiri. Jadi tetap perlu kerja sama dengan orang-orang yang relevan, lembaga-lembaga yang relevan, akademisi, dan lain-lain,” terang anggota Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) ini.

    Ia pun meminta Nadiem tidak hanya mengandalkan tim khususnya saja, karena dampaknya justru negatif.  Banyak protes yang dilayangkan terhadap kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan.

    “Ketika hanya tim-tim khusus ramai di sana-sini. Tidak jadi, diprotes macam-macam. Ini perlu diperbaiki untuk meningkatakan kualitas pendidikan Kita, termasuk pengambilan kebijakan pendidikan yang memang sangat strategis,” tuturnya.

    Doni meyakini, jika keterbukaan dan pelibatkan banyak pemangku kepentingan di dunia pendidikan kebijakan yang dikeluarkan oleh Nadiem akan lebih berdampak. “Orkestrasi dengan para pemangku kepentingan ini perlu. Impact-nya bakal lebih besar ketika pemangku kepentingan dilibatkan,” ucapnya.

    (CEU)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id