Peringati Hari Bumi, Nadiem Sebut Bumi Sedang Sakit

    Muhammad Syahrul Ramadhan - 22 April 2021 19:57 WIB
    Peringati Hari Bumi, Nadiem Sebut Bumi Sedang Sakit
    Nadiem makarim peringati hari bumi (Foto Instagram @nadiemmakarim)



    Jakarta:  Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim ikut memperingati Hari Bumi. Nadiem menceritakan tentang anak bungsunya yang lahir bertepatan dengan Hari Bumi yang diperingati setiap 22 April.

    Hari ini Hari Bumi. Ini juga hari lahir anak bungsu saya, Sierra. Saya pilih nama itu karena artinya “pegunungan”, untuk menghormati bumi kita yang begitu indah tapi begitu rentan,” tulis Nadiem dalam unggahannya di akun Instagram @nadiemmakarim, Kamis, 22 April 2021.






    Nadiem juga menuturkan, betapa penasarannya anak bungsunya itu terhadap kondisi bumi saat ini. Ia mengaku sering diberondong pertanyaan apakah bumi sedang sakit?

    Anak balita saya suka bertanya, 'kenapa bumi lagi sakit, Dada?' Saya jawab, 'iya, karena enggak diurus sama manusia, jadi bumi sakit, dan sekarang demam, kayak kamu kalau lagi sakit”,” terang Nadiem.

    Dalam unggahannya itu, mas menteri mengingatkan, sekarang ini umat manusia hidup di era perubahan iklim. Di mana akan banyak menimbulkan bencana alam.

    “Bagi generasi muda, kita dan anak-anak kita akan hidup dalam era perubahan iklim yang akan mengguncang keseimbangan alam dan mengakselerasi bencana alam. Akan meningkat pesat banjir, longsor, badai, kekeringan ekstrem, dan pemutihan karang,” jelasnya.

    Ia pun berpesan bahwa tanggung jawab pemulihan bumi ada di generasi muda dan itu merupakan tugas yang tidak mudah.

    Beban pemulihan bumi ada di kita, generasi muda. Ini tugas berat, tapi saya yakin akan mempersatukan pemuda-pemudi di Indonesia dan seluruh dunia dalam misi ini,” tutupnya.

    Hari Bumi diperingati pada 22 April setiap tahun sejak 1970. Tahun ini, aksi penyelenggaraan dilakukan tiga hari, 20-22 April 2021.  

    Tema tahun ini adalah Pulihkan Bumi Kita (Restore Our Earth). Tak hanya fokus pada kebutuhan untuk pulih dari pandemi covid-19, warga dunia juga diminta untuk berperan dalam memperbaiki kerusakan alam.
     
    "Kita harus melihat proses alami, teknologi hijau, dan pemikiran inovatif yang dapat memberikan dampak yang langgeng dan transformatif untuk memulihkan bumi kita," kata Rogers.

    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id