Forum OSIS SMK Nasional Ditargetkan Terbentuk 10 November

    Citra Larasati - 27 Oktober 2020 13:12 WIB
    Forum OSIS SMK Nasional Ditargetkan Terbentuk 10 November
    Direktur Pembinaan SMK Kemendikbud, M. Bakrun. Foto: YouTube
    Jakarta:  Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan memfasilitasi pembentukan Forum OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah) SMK Nasional. Forum yang mewadahi OSIS SMK se-Indonesia ini diharapkan terbentuk 10 November 2020, bertepatan dengan peringatan hari Pahlawan

    Direktur pembinaan SMK, Kemendikbud, M. Bakrun mengatakan konsep besar forum ini adalah untuk mewadahi forum-forum OSIS daerah yang saat ini sudah ada.  "Saat ini kan setiap SMK sudah ada OSIS, lalu beberapa daerah saat ini sudah ada forumnya. Maka tingkat pusat akan mewadahi forum-forum yang sudah ada tersebut," kata Bakrun kepada Medcom.id, Selasa, 27 Oktober 2020.

    Saat ini forum tersebut sedang diinisiasi, sebagai wadah dalam mengembangkan kegiatan yang sesuai untuk siswa SMK.  "Untuk mendukung juga kegiatan pembelajaran.  Selain itu juga bisa sebagai wadah anak-anak milenial dalam rangka mengekspresikan bakat dan minatnya," ujar Bakrun.

    Ia berharap forum ini sudah terbentuk pada peringatan haru Pahlawan 10 November 2020 mendatang.  "Kami berharap pada tanggal 10 November.  Tapi kalau tanggal 10 November belum terbentuk, kita rencankan ada kegiatan antarpengurus OSIS dulu," terangnya.

    Membangun Desa

    Dalam kesempatan terpisah, Bakrun juga menyampaikan bahwa kondisi pandemi menuntut seluruh pihak mengubah pola pikir.  "Saya berharap SMK bukan lagi menjadi permasalahan bagi bangsa. SMK justru bisa menjadi solusi untuk permasalahan bangsa," ujar Bakrun saat memberi sambutan di acara sambutan dalam acara 'SMK Berkarya untuk Negeri dalam rangka Memperingati Hari Sumpah Pemuda', di Jakarta, Selasa, 27 Oktober 2020.

    Baca juga:  Dalam Setahun, 272 Ribu Kerja Sama SMK dengan Industri Terjalin

    Ia mencontohkan, di kondisi pandemi ini bidang pertanian yang berbasis di desa-desa merupakan bidang yang pertumbuhan ekonominya naik 16 persen.  "Maka untuk itu kami berharap anak-anak SMK bisa bersama-sama membangun desa, membangkitkan suasana desa, agar pertumbuhan desa dan pertanian bsia lebih baik lagi. Sebab bicara desa bukan lagi hanya pertanian. Tapi bagaimana pertanian didukung teknologi, marketplace, dan pembangunan merata lain di dalamnya," terang Bakrun.

    Pembangunan yang terjadi di desa ini, kata Bakrun, bisa menjadi sasaran potensial.  Ia menghitung, ada 74 ribu desa dan 14.000 SMK di seluruh Indonesia.  Jika satu desa bekerja sama dengan SMK maka akan sangat menguntungkan bagi keduanya. 

    "Dari lima juta anak SMK ini, potensi yang sangat besar potensi perkembangan negeri ini.  Bersatu untuk bangkit dan SMK adalah berkarya untuk negeri. Isilah kekosongan ini, isilah masa pemuda dengan berkarya dalam membangun desa," tuturnya.

    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id