Guru Besar UGM: Rekrutmen PPPK Berbeda dengan Ide Awal

    Arga sumantri - 27 November 2020 20:52 WIB
    Guru Besar UGM: Rekrutmen PPPK Berbeda dengan Ide Awal
    Ilustrasi. Foto: MI/Bary Fathahillah
    Jakarta: Guru Besar Manajemen dan Kebijakan Publik (MKP) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) Universitas Gadjah Mada (UGM) Wahyudi Kumorotomo menyoroti rencana perekrutan sejuta guru honorer menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Wahyudi mengatakan program ini beda dengan ide awal PPPK.

    Menurut dia, ide awal dari PPPK ini adalah untuk profesional pada posisi sudah berkarir sekian waktu di luar pemerintahan. Mereka kemudian direkrut untuk mengisi posisi yang dibutuhkan karena kemampuannya, dengan harapan dapat meningkatkan kinerja instansi pemerintah yang merekrut.

    "Semisal perguruan tinggi bisa merekrut peneliti atau dosen langsung dengan posisi yang tinggi atau guru besar dengan gaji yang tinggi," ujar Wahyudi melalui siaran pers UGM, Jumat, 27 November 2020.

    Wahyudi menyebut ide tersebut sudah tidak berlaku kembali karena pengaturannya kini telah berubah. Ia menyatakan, konsep PPPK kini diubah untuk mengakomodasi pekerja honorer yang tidak memenuhi syarat sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS).

    Baca: Kemendikbud Janji Pengangkatan Sejuta Guru PPPK Tidak Molor Lagi

    Wahyudi pun menyoroti kenapa guru honorer diberi formasi paling banyak untuk rekrutmen PPPK tahun 2021 mendatang. Menurutnya, hal itu karena kebutuhan akan guru kini terbilang banyak. Hal itu terlebih karena tahun ini tidak ada rekrutmen, dan kondisi pandemi yang memaksa sekolah untuk bermigrasi ke daring.

    "Guru honorer kini terbilang masih muda dan lebih melek terhadap teknologi akan lebih cepat beradaptasi dengan pelaksanaan kelas daring. Namun, dengan jumlah sebanyak itu, sekarang tinggal bagaimana menentukan pengaturan kerja yang lebih sesuai dan penggunaan IT yang lebih efisien," ujarnya.

    Badan Kepegawaian Negara (BKN) kembali mengumumkan akan membuka pendaftaran CPNS dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) untuk tahun 2021. Pelaksanaan sebelumnya, yakni tahun 2019, belum juga usai akibat pandemi awal tahun ini.

    Tahun depan, pemerintah menargetkan bisa merekrut satu juta guru honorer menjadi PPPK. Seleksi dibuka untuk seluruh guru honorer sekolah negeri maupun swasta di Indonesia.

    (AGA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id