YLKI: Wacana Sekolah Kena PPN Semakin Membebani Masyarakat

    Ilham Pratama Putra - 11 Juni 2021 11:03 WIB
    YLKI: Wacana Sekolah Kena PPN Semakin Membebani Masyarakat
    Ilustrasi. Foto: MI/Gino Hadi



    Jakarta: Anggota Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Bidang Pengaduan dan Hukum, Rio Priambodo menyebut beban pajak di dunia pendidikan tak bakal menyelamatkan keuangan negara. Justru, wacana ini berpotensi menambah beban masyarakat di tengah pandemi covid-19.

    "Jelas memberatkan, karena daya beli masyarakat saat pandemi sedang menurun dan banyak masyarakat yang kehilangan pendapatan potensial," ujar Rio kepada Medcom.id, Jumat, 11 Juni 2021.

     



    Menurut dia, rencana pemerintah ini justru berlawanan dengan apa yang seharusnya dilakukan. Pemerintah seharusnya bertugas meningkatkan kualitas pendidikan, bukan malah memberi beban lewat pengenaan pajak.

    "Pemerintah seharusnya lebih memikirkan bagaimana meningkatkan kualitas dunia pendidikan bukan pemasukan dari dunia pendidikan," jelasnya.

    Baca: Wacana Sekolah Kena PPN, Angka Putus Sekolah Berpotensi Meningkat

    Sebelumnya, pemerintah berencana mengubah ketentuan terkait PPN melalui rencana perubahan revisi kelima Undang-Undang (UU) Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP).

    Dalam draf RUU KUP, sejumlah barang dan jasa yang sebelumnya tidak dikenai PPN rencananya akan dihapus. Salah satunya, jasa pendidikan yang dikeluarkan dari daftar jasa yang sebelumnya tidak dikenakan PPN.

    Saat ini, jasa pendidikan yang bebas PPN di antaranya yaitu pendidikan sekolah seperti PAUD, SD-SMA, perguruan tinggi, dan pendidikan luar sekolah.

    (AGA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id