Jokowi Dorong Industri dan Pendidikan Vokasi Kembangkan Kerja Sama

    Antara - 26 Agustus 2020 13:46 WIB
    Jokowi Dorong Industri dan Pendidikan Vokasi Kembangkan Kerja Sama
    Presiden Joko Widodo di Istana Bogor. Foto: ANT/Sigid Kurniawan
    Jakarta:  Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendorong pelaku industri dan pendidikan vokasi dapat bersinergi baik terutama untuk pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) di dalam negeri. Baik industri maupun pendidikan vokasi pun harus terus mengembangkan inovasi model kerja sama.

    "Industri-industri kita dorong untuk bekerja sama dengan lembaga-lembaga pendidikan terutama pendidikan vokasi dan kita dorong untuk bersinergi dengan pelaku usah mikro, kecil dan menengah untuk membangun sinergi kekuatan nasional," kata Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan Bogor, Rabu, 26 Agustus 2020.

    Presiden Jokowi menyampaikan hal tersebut melalui video conference Peresmian Gedung Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro yang didukung oleh grup Sinarmas dan Astra.

    "Pemerintah sedang bekerja keras untuk membangun kawasan-kawasan industri dan salah satunya kawasan industri terpenting adalah kawasan industri di sepanjang super koridor Utara Jawa.  Kawasan ini sudah didukung dengan logistik yang baik, tol darat yang sudah tersambung baik, ada tol laut, tol udara, dekat bandara dan pelabuhan, telah dilengkapi dengan ketersediaan listrik yang melimpah di pulau Jawa," tambah Presiden.

    Kawasan industri di Pantai Utara Jawa itu dinilai Presiden dapat mendorong lompatan kemajuan bangsa.  "Saya mengajak semua pihak yang terkait pelaku industri, pelaku UMKM dan lembaga pendidikan tinggi untuk memanfaatkan momentum pengembangan kawasan industri ini sebagai ajang sinergi untuk melakukan lompatan kemajuan," ungkap Presiden.

    Baca juga:  Wikan: Negara Maju Karena Pendidikan Vokasinya Maju

    Baik industri maupun pendidikan vokasi pun harus terus mengembangkan inovasi model kerja sama.  "Masing-masing pihak harus membuka diri untuk berubah, untuk menemukan cara-cara baru, untuk menemukan model kerja sama baru yang saling menguntungkan dan menghasilkan nilai tambah yang maksimal untuk perekonomian nasional kita," tambah Jokowi.

    Selain penyediaan infrastruktur di dalam kampus, yang juga sangat penting menurut Presiden Jokowi adalah akses mahasiswa untuk magang.  "Akses mahasiswa untuk belajar sambil bekerja di dalam industri tapi bukan 1-2 minggu, minimal paling tidak satu semester. Itulah inti kebijakan Merdeka Belajar, Kampus Merdeka, bahwa mahasiswa diberi akses dan didukung untuk belajar kepada siapa saja dan di mana saja," ungkap Presiden.

    Artinya, Merdeka Belajar menurut Jokowi adalah pelajar dapat belajar di berbagai tempat yang bisa memberikan pengetahuan dan keterampilan baru yang relevan dan dibutuhkan oleh masyarakat dan industri.

    "Saya ingin mengingatkan bahwa prioritas kabinet Indonesia Maju dalam lima tahun ke depan adalah mengembangkan sumber daya manusia, mengembangkan SDM.  Infrastrukturnya baik, SDM-nya kuat, kelembagaan dan cara kerja efisien itulah modal kita untuk bisa keluar dari 'middle income trap', jebakan negara berpendapatan menengah dan akan bisa membawa kita untuk menjadi negara maju," tegas Presiden.

    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id