Departemen Teknik Industri ITS Berganti Nama

    Ilham Pratama Putra - 07 Februari 2020 13:23 WIB
    Departemen Teknik Industri ITS Berganti Nama
    Gedung Departemen Teknik Sistem dan Industri ITS yang sebelumnya bernama Departemen Teknik Industri. Foto: ITS/Humas
    Jakarta:  Departemen Teknik Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) resmi berganti nama menjadi Departemen Teknik Sistem dan Industri.  Pergantian ini untuk menyesuaikan dengan perkembangan keilmuan internasional.

    Kepala Departemen Teknik Sistem dan Industri ITS, Nurhadi Siswanto mengatakan, perubahan nama karena berubahnya disiplin ilmu internasional yang berkaitan.  “Sebelumnya bernama Institute of Industrial Engineers (IIE) lalu berubah menjadi Institute of Industrial and Systems Engineers (IISE),” kata Nurhadi dikutip dari laman ITS, Jumat 7 Februari 2020.

    Oleh karena itu, bagi calon mahasiswa baru tahun 2020 diharapkan tidak perlu bingung dengan perubahan nama departemen ini.  Pasalnya, di halaman pendaftaran jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), ataupun Program Kemitraan dan Mandiri (PKM) masih tertulis dengan nama Teknik Industri.

    Nurhadi mengatakan, perubahan juga disebabkan semakin berkembangnya permasalahan industri.  Khususnya dalam aspek system thinking.

    Selain itu dalam disiplin ilmu Departemen Teknik Industri tidak hanya dapat diterapkan pada dunia industri. Namun juga mencakup dalam sebuah sistem. 

    “Misalnya pada sistem lalu lintas, rumah sakit, sekolah, ataupun lainnya,” tambah Nurhadi.

    Oleh sebab itu, lanjut Nurhadi, terdapat penambahan kata sistem dalam nama departemen. Sehingga menjadi Departemen Teknik dan Sistem Industri.

    Dia menyebut, belajar mengenai sistem sendiri sangat berkaitan erat dengan mengidentifikasi elemen yang ada di dalamnya. Serta untuk mengetahui kinerja sistem. 

    “Seperti halnya Unit Gawat Darurat (UGD) pada sebuah rumah sakit, disiplin ilmu teknik industri bisa mendefinisikan layak tidaknya UGD tersebut untuk pasien,” lanjutnya.

    Lebih lanjut, perubahan yang dilakukan hanya sebatas nama departemen saja. Untuk nama program studi (prodi) baik itu sarjana, magister, dan doktor tidak berubah. Begitu pula dengan mata kuliah yang ditempuh oleh para mahasiswa.

    “Kalaupun harus mengganti nama program studinya, maka akreditasinya akan dimulai dari nol lagi,” ungkapnya.

    Nurhadi berharap dengan semakin bertambahnya kebutuhan system thinking, mampu menjadikan Departemen Teknik Sistem dan Industri juga memiliki cita-cita untuk melahirkan prodi baru.  Seperti teknik logistik, manajemen rekayasa, ataupun yang lainnya.




    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    HOT ISSUE

    MORE
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id