comscore

Mahasiswa UI Rancang Rumah Susun Tuna Wisma Perkotaan

Antara - 24 Januari 2022 20:45 WIB
Mahasiswa UI Rancang Rumah Susun Tuna Wisma Perkotaan
3 Mahasiswa UI perancang rumah susun untuk tuna wisma perkotaan. Foto: Branda Antaranews/Humas UI.
Depok: Tiga mahasiswa Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI), merancang 'The Passage' Ini merupakan sebuah desain rumah susun yang dapat menjadi solusi dalam menyediakan tempat tinggal bagi para tuna wisma perkotaan di masa pandemi covid-19.

Desain itu mengantarkan Aurelia Audrey, Rifki Fauzan, dan Tannia Aurellia meraih Juara 2 pada sayembara internasional Skid Row 2021 International Design Competition. Sayembara internasional ini diselenggarakan oleh The American Institute of Architects (AIA) Committee on Design.
Dekan FTUI Heri Hermansyah menyampaikan apresiasi atas pencapaian prestasi internasional tersebut. Heri berharap pencapaian ini dapat memotivasi mahasiswa arsitektur lainnya untuk mengembangkan minat dan potensi di bidang arsitektur dan menambah kepercayaan diri dalam bersaing di dunia internasional.

"Desain The Passage dapat diimplementasikan di Indonesia dengan menyesuaikan kondisi yang ada sebagai alternatif solusi permasalahan gelandangan dan pengemis (gepeng) yang semakin marak di kota-kota besar Indonesia," kata Heri dalam keterangan tertulisnya, Senin, 24 Januari 2022.

Tim FTUI dibimbing dosen Departemen Arsitektur FTUI dan arsitek profesional, yakni Evawani Ellisa, Baiq Lisa Wahyulina, dan Farrell Jeremiah. The Passage berkompetisi dengan karya-karya lain dari seluruh dunia dalam kompetisi yang diselenggarakan pada 8 Oktober 2021 – 3 Januari 2022.

Baca: AKSI, Aplikasi Kontrol Hipertensi Rancangan UI

Tunawisma merupakan masalah yang melekat dan menjadi krisis di sebagian besar kota di sekitar kita. Pada kawasan kumuh di kawasan Skid Row District, Los Angeles, Amerika Serikat, ada 10.580 orang dan sekitar setengahnya hidup sebagai gelandangan.

"Yang mengejutkan, mayoritas penghuni kawasan kumuh ini adalah orang dewasa pada usia produktif. Hal ini menjadi masalah karena ada mindset tertentu pada para tunawisma sehingga mereka terus terjebak hidup di daerah kumuh tanpa merasa ada harapan untuk mengubah nasib mereka," kata Aurelia.

Tannia menjelaskan filosofi desain The Passage sebagai jalan setapak yang sempit, tapi juga menjadi tempat untuk menjalani kehidupan yang besar dan dinamis. Ia dan tim ingin The Passage menjadi dorongan untuk maju dan selalu bergerak menuju cara hidup yang lebih baik, terpenuhi, aman dan sehat. 

"Melalui desain ini, kami ingin membuat perubahan bagi masyarakat untuk membuka pikiran mereka untuk mencapai produktivitas dan kebersamaan. Sebuah ikhtiar dan juga harapan bagi para tunawisma untuk menjalani masa depan yang lebih baik," ujarnya.

Evawani Ellisa yang dikenal sebagai pakar perancangan kota memaparkan desain ini diharapkan dapat menjadi jawaban untuk menjawab tiga permasalah utama yang dihadapi tuna wisma. Yaitu tidak produktif, diskriminasi, dan tidak adanya atau kurangnya perlindungan bagi mereka.

Baca: Mahasiswa UI Rancang Pesawat tanpa Awak Berteknologi Microsoft

"Kami ingin The Passage menjadi ruang untuk mengejar produktivitas, memastikan perlindungan bagi individu untuk meningkatkan peluang mereka di masyarakat dan sebagai wadah yang mendukung kegiatan berbasis komunitas yang mendorong kesetaraan dan interaksi sosial," ujar Evawani.

Sementara itu, Rifki menambahkan kebiasaan interaksi dan kehidupan sebagai tunawisma merampas peluang mereka untuk menjalani interaksi positif yang sehat. Ide desain ini untuk menciptakan ruang dengan keterbukaan dan fleksibilitas yang memfokuskan pada aspek-aspek positif dari kehidupan jalanan.

"Kehidupan yang dinamis dan interaksi sosial, dan menciptakan kembali aspek-aspek ini pada ruang yang lebih aman dan lebih baik untuk ditinggali," kata Rifki.

(AGA)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id