Guru ASN di Sekolah Swasta Ditarik Kembali ke 'Negeri'

    Intan Yunelia - 06 Januari 2020 17:22 WIB
    Guru ASN di Sekolah Swasta Ditarik Kembali ke 'Negeri'
    Guru sedang mengajar di muka kelas, MI/Panca Syurkani.
    Jakarta:  Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat menginstruksikan guru-guru berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) yang mengajar di sekolah swasta untuk kembali ke sekolah negeri.  Instruksi ini tertuang dalam surat yang ditandatangani langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulbar, Arifuddin dan berlaku sejak 2 Januari 2020.
     
    Peraturan ini sesuai dengan Undang-undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN pasal 1 ayat 1 yang berbunyi 'ASN adalah profesi bagi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja yang bekerja pada instansi pemerintah'.  Hal tersebut merupakan salah satu upaya untuk memenuhi kekurangan Guru dan Tenaga Administrasi sekolah yang ada di SMA, SMK dan SLB di Sulawesi Barat. 

    Ketua Umum Ikatan Guru Indonesia (IGI), Muhammad Ramli Rahim mengapresiasi kebijakan Dinas Pendidikan Provinsi Sulsel soal penarikan guru ASN dari sekolah swasta tersebut.  Menurutnya, kebijakan untuk menarik seluruh guru berstatus ASN sesungguhnya sudah menjadi tanggung jawab utama pemerintah.

    "Penempatan guru PNS di sekolah-sekolah swasta seyogianya dilakukan setelah seluruh sekolah negeri terpenuhi kebutuhan gurunya.  Bagaimanapun tanggung jawab utama pemerintah terhadap dunia pendidikan ada di sekolah negeri," kata Ramli dalam keterangan tertulis yang diterima Medcom.id, Senin, 6 Januari 2020.

    Sementara sekolah-sekolah swasta, ujar Ramli, adalah bentuk partisipasi masyarakat dalam upaya mewujudkan cita-cita kemerdekaan Indonesia mencerdaskan kehidupan bangsa.  Sehingga bantuan pemerintah terhadap sekolah swasta memang seharusnya dilakukan setelah kewajiban terhadap sekolah-sekolah negeri sudah dituntaskan.

    "IGI berharap pemerintah provinsi selain Sulawesi Barat dan Pemerintah kabupaten kota lainnya mengikuti jejak Provinsi Sulawesi Barat dalam memprioritaskan guru-guru pegawai negeri sipil di sekolah-sekolah negeri sebelum menempatkannya di sekolah-sekolah swasta," papar Ramli.

    Ia mengibaratkan, penumpang dewasa di pesawat yang harus mampu menolong diri sendiri sebelum menolong orang lain. Itulah sesungguhnya yang seharusnya dilakukan pemerintah mendahulukan sekolah-sekolah negeri dibandingkan dengan sekolah-sekolah swasta.

    "Harapan Kita suatu ketika jika negara ini sudah mampu,  negara dapat memberikan perhatian besar dan sama kepada sekolah negeri dan juga kepada sekolah swasta dengan sama baiknya," pungkasnya.



    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    HOT ISSUE

    MORE
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id