Anak Yatim Ditolak SMA Negeri di Kota Tangerang

    Hendrik Simorangkir - 30 Juli 2019 18:30 WIB
    Anak Yatim Ditolak SMA Negeri di Kota Tangerang
    Ikhwan Alfarisi, siswa yatim di Kota Tangerang yang gagal masuk di SMAN 4 Tangerang saat PPDB Zonasi. Medcom.id/Hendrik Simorangkir.
    Tangerang: Ikhwan Alfarisi, (15), anak yatim yang tinggal di Jalan Angsana IV Nomor 118, Kelurahan Periuk Jaya, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang, gagal masuk di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 4 Tangerang saat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) zonasi. Dirinya pun bingung, lantaran dua tetangganya bisa masuk di sekolah tersebut dan melaporkan kejadian ini ke Inspektorat Provinsi Banten.

    "Jarak rumah ke SMAN 4 cuma sekitar 1,2 kilometer, terus ada tetangga yang dekat rumah sudah diterima di sana, tapi saya doang yang enggak. Kalau mereka masuk, saya juga masuk seharusnya," ujar Ikhwan, Selasa, 30 Juli 2019.

    Yudha, 52, paman Ikhwan menjelaskan, keponakannya termasuk dalam keluarga prasejahtera yang tidak sanggup jika harus sekolah di SMA swasta. Lanjutnya, kondisi ekonomi keluarga Ikhwan yang sulit dengan hanya mengandalkan penjualan warung makanan ringan ibunya. 

    "Ikhwan ini ayahnya sudah meninggal, ibunya jualan di warung dan tempat tinggal sekarang juga posisinya menumpang. Kalau dibilang, dia itu enggak punya tempat tinggal. Jadi, kalau ke SMAN 4 kan biaya sekolah negeri terjangkau. Ke swasta enggak sanggup," jelas Yudha.

    Yudha pun mempertanyakan, lolosnya siswa lain yang rumahnya berdekatan dengan tempat tinggal Ikhwan, yang menjadi pertimbangan dirinya mengajukan surat permohonan. Dirinya heran dengan sistem PPDB di sekolah tersebut yang hanya menggagalkan keponakannya. Namun sekolah tersebut, lanjutnya, adalah fasilitas yang paling bisa dijangkau dana dan jaraknya oleh Ikhwan. 

    "Kalau tidak diterima karena zona, kenapa ada dua tetangganya Ikhwan diterima di SMAN 4 Kota Tangerang," ucapnya.

    Baca:  Mendikbud Minta Daerah Taati Zonasi

    Bahkan, menurut Yudha, status anak yatim bisa jadi pertimbangan lebih bagi sekolah untuk menerima keponakannya. Tapi yang terjadi justru anak-anak yang statusnya baik secara ekonomi yang akhirnya diterima.

    "Kan ada undang-undang yang mengatakan kalau fakir miskin itu dipelihara oleh negara. SMAN 4 kan sekolah negeri harapannya bisa difasilitasi untuk anak-anak seperti Ikhwan," katanya.

    Oleh sebab itu, dirinya pun memberanikan untuk mengirim surat permohonan permintaan lanjutan kepada SMAN 4, karena melihat kondisi ekonomi keluarga Ikhwan saat ini, sangat layak jika sekolah memfasilitasi pendidikan bagi siswa ini.

    Namun, pada proses pengajuannya justru Kepala Sekolah SMAN 4 Tangerang sulit ditemui meski dirinya sudah berupaya mendatanginya. Karena kesulitan itu, lanjutnya, ia berinisiatif meminta salah satu pegawai di sekolah tersebut untuk menyampaikan permohonannya.

    "Saya dioper sana-sini, pihak sekolah tidak ada yang bisa dikonfirmasi. Dan yang buat sedih itu ternyata surat permohonan ditaruh di pos satpam, tidak sampai ke kepala sekolah," jelasnya.

    Yudha berharap agar keponakannya bisa difasilitasi pendidikannya oleh SMAN 4 Tangerang, karena seharusnya Ikhwan diprioritaskan dengan kondisinya saat ini. Masalah Ikhwan juga akhirnya membuat ibunya sakit, karena khawatir dengan pendidikan anaknya.

    "Ibunya sekarang sakit. Jadi harusnya kan sekolah apalagi negeri yang dibiayai negara dari pajak rakyat bisa memberikan prioritas kepada anak-anak prasejahtera seperti Ikhwan ini," ujarnya.

    Yudha mengaku saat ini sudah melaporkan masalah ini kepada Inspektorat Provinsi Banten hari ini, Selasa, 30 Juli 2019, kedua belah pihak akan dimintai keterangan dan saling memberi klarifikasi. 

    "Kalau setelah inspektorat ini juga masih tidak bisa, dan Ikhwan akhirnya tidak bisa sekolah, saya akan naik lagi ke PTUN. Saya ingin Ikhwan dapat fasilitas pendidikan," katanya.




    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    HOT ISSUE

    MORE
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id