UN Telah "Memaksa" Siswa Ikut Bimbel

    Intan Yunelia - 01 Desember 2019 16:00 WIB
    UN Telah
    SIswa saat mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer. Foto: MI/Arya Manggala
    Jakarta:  Orang tua siswa tengah menunggu hasil evaluasi kebijakan Ujian Nasional (UN) yang saat ini tengah dilakukan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud).   Orang tua murid berharap hasilnya akan bermuara pada penghapusan UN, karena sistem evaluasi belajar skala nasional ini dinilai tidak memberikan dampak positif terhadap anak.

    Salah orang tua murid, Yusef Riza Kartina, 49, mengatakan meski bukan lagi menjadi syarat kelulusan, nyatanya nilai UN pun bukan jaminan.  Mereka yang memiliki nilai tinggi belum tentu bisa masuk perguruan tinggi favoritnya.

    "Tidak perlu (UN), percuma saja tinggi nilai UN belum tentu bisa kuliah di Universitas yang diinginkan," kata Riza kepada Medcom.id, Minggu, 1 Desember 2019.

    Menurutnya, pelaksanaan UN telah memaksa mengeluarkan kemampuan terbaiknya demi mencapai nilai maksimal dan hanya berorientasi pada nilai, bukan bakat yang dimilikinya. Apalagi apabila nilai si anak tidak memenuhi standar, maka UN ini juga dapat memicu kecewa di kalangan siswa dan orang tua.

    "Kecewa pasti tetapi kembali ke nasib dan takdir," ujarnya.

    Menyiasati itu, Riza berupaya sekuat tenaga memforsir anaknya untuk belajar.  Bahkan ia terpaksa memberikan anaknya les tambahan di luar sekolah untuk meningkatkan nilai tersebut.

    Sebab menurut Riza, pelajaran yang diberikan di sekolah tidak cukup untuk membekali kesiapan anak menghadapi UN.  "Anak saya terpaksa ambil les tambahan di luar. Karena di sekolah belajar tidak maksimal," tuturnya.

    Sebelumnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim akhirnya memberi sedikit bocoran tentang nasib Ujian Nasional (UN) yang saat ini tengah dikaji dan dievaluasi. Nadiem mengatakan, akan memformat ulang sistem evaluasi berskala nasional yang selama ini diambil perannya oleh Ujian Nasional (UN)
     
    Mantan bos Gojek ini mengatakan, nantinya format tolok ukur evaluasi sistem pendidikan skala nasional itu akan dikemas tanpa membebani murid dan guru. Tentunya, di dalamnya juga harus berisikan tes yang mengetahui kompetensi dasar murid.
     
    "Itu kuncinya. Bukannya berapa jumlah informasi yang sudah terserap. Jadi mohon sabar, tunggu kabarnya. Kami akan segera merumuskan rencana ke depan," kata Nadiem di Simposium Internasional Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah di Kawasan Sudirman, Jakarta, Jumat, 29 November 2019.



    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    HOT ISSUE

    MORE
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id