Rektor Asing Dinilai TIdak Tepat untuk PTN-BH

    Intan Yunelia - 22 Juli 2019 19:45 WIB
    Rektor Asing Dinilai TIdak Tepat untuk PTN-BH
    Rektor Universitas Widya Mataram Yogyakarta (UWMY), Edy Suandi Hamid. Foto/Dok. Pribadi.
    Jakarta:  Pemerintah mewacanakan untuk mengundang akademisi asing untuk menjadi rektor dan dosen di Indonesia.  Untuk tahap awal, rektor asing diwacanakan hanya diterapkan di beberapa Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN BH) saja.

    Rektor Universitas Widya Mataram Yogyakarta (UWMY), Edy Suandi Hamid menilai wacana mengundang rektor asing untuk PTN-BH tidak tepat.  Mengingat Sejumlah PTN BH sudah memiliki atau mendekati kualitas kelas dunia.

    “Di PTN BH malah sudah banyak kader pimpinannya. (Sebaiknya) ya PTN dan PTS menengah ke atas,” ujar Edy Suandi Hamid saat dihubungi Medcom.id, Senin, 22 Juli 2019.

    Wacana ini, kata Edy, perlu dirumuskan dan dibahas bersama pemangku kepentingan dan seluruh pimpinan perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Baik PTN maupun PTS. Karena untuk detail konsepnya harus minta pendapat dari perguruan tinggi lain juga.

    “Saya kira perlu didiskusikan dengan jelas betul gimana konsepnya. Yang dibenak presiden seperti apa, karena ini hal baru bagi kita. Di beberapa negara mungkin biasa rektor dari luar negeri. Namun untuk Indonesia sepertinya masih belum,” ujar Mantan Rektor Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta ini.

    Baca:  Rektor Bukan Satu-satunya Kunci Keberhasilan Perguruan Tinggi

    Pemerintah akhirnya kembali mewacanakan mengundang akademisi luar negeri untuk menjadi rektor dan dosen di Indonesia. Wacana ini sempat muncul 2016 lalu, dan mendapatkan penolakan dari pihak perguruan tinggi dalam negeri.

    Menteri Riset Teknologi dan Pendidikam Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir bahkan mengaku wacana ini telah mendapat restu dari Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dalam rapat kabinet pekan lalu tepatnya setelah presiden bertemu dengan rapper Rich Brian, wacana untuk mengundang akademisi luar negeri untuk menjadi rektor dan dosen di PTN ini kembali mencuat dengan respons yang lebih serius dari Presiden Joko Widodo.

    "Saya ditanya, bagaimana wacana tersebut, kalau saya sangat setuju sekali," kata Nasir kepada Medcom.id, di Jakarta, Minggu, 21 Juli 2019.




    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    HOT ISSUE
    MORE

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id