Universitas Siber Asia Resmi Kantongi Izin Pendirian

    Muhammad Syahrul Ramadhan - 27 Agustus 2019 11:35 WIB
    Universitas Siber Asia Resmi Kantongi Izin Pendirian
    Menristekdikti, Mohamad Nasir saat menyerahkan izin prinsip pendirian Universitas Siber Asia. Foto/Dok. Unas.
    Bali:  Yayasan Memajukan Ilmu dan Kebudayaan (YMIK) mendapatkan izin prinsip pendirian Universitas Siber Asia. Universitas Siber Asia merupakan universitas swasta berbasis full online learning pertama di Indonesia yang mendapatkan lisensi dari pemerintah.

    Ketua Pengurus YMIK, Ramlan Siregar mengatakan, pendirian Universitas Siber Asia mengukir sejarah baru dalam dunia pendidikan di Indonesia. Sekaligus menegaskan komitmen YMIK sebagai Pionir Perubahan dalam bidang pendidikan.

    "Alhamdulillah, terima kasih kami ucapkan kepada Bapak Menristekdikti beserta jajarannya, yang telah memberikan lisensi ini kepada kami untuk pendirian Universitas Siber Asia. Ini adalah sebuah mimpi yang menjadi kenyataan untuk mewujudkan misi memberikan akses pendidikan tinggi yang merata dan terjangkau kepada generasi bangsa," kata Ramlan, dalam siaran persnya, di Jakarta, Selasa 27 Agustus 2019.

    Ramlan menambahkan, Universitas Siber Asia akan menjalankan tiga strategi utama, yaitu meningkatkan kuantitas, memberikan fitur-fitur pengajaran yang sesuai dengan masa depan era revolusi industri 4.0, serta menghadirkan pengajaran dengan kualitas dunia.

    Baca:  Menteri Nasir Kenalkan Rektor Asing Pertama

    Ramlan mengatakan, universitas berbasis pengajaran online ini merupakan jawaban untuk mengatasi bonus demografi di 2030-2040.   Pada era tersebut, jumlah penduduk usia produktif yaitu berkisar 15-64 tahun akan lebih besar dibandingkan dengan penduduk usia tidak produktif.

    Ia juga memberikan catatan, Angka Partisipasi Kasar (APK) di Indonesia baru mencapai 34 persen tahun ini. Artinya, jumlah penduduk usia 19-23 tahun yang berkesempatan untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi, hanya 34 persen. 

    Sementara itu APK negara tetangga seperti Malaysia sudah mencapai 51 persen, Singapura telah mencapai 82 persen, dan Korea Selatan telah hampir mencapai 96 persen.

    "Pada periode tersebut, penduduk usia produktif diprediksi mencapai 64 persen dari total jumlah penduduk yang diproyeksikan sebesar 297 juta jiwa," terangnya.

    Ramlan mengungkapkan, peningkatan kualitas pendidikan dan keterampilan yang dilakukan melalui pemerataan akses pendidikan ini merupakan salah satu solusi guna memaksimalkan manfaat dari bonus demografi tersebut. "Universitas Siber Asia diharapkan dapat mendorong peningkatan APK di Indonesia," ungkapnya.

    Pendidikan berbasis full online learning dan full learning management system, ujar Ramlan  selaras dengan kebijakan pemerintah, sekaligus menjawab tantangan Era Revolusi Industri 4.0. Selain itu juga memberikan efisiensi dalam layanan pendidikan tinggi dengan skala tidak terbatas bagi penduduk Indonesia, tidak saja di perkotaan namun juga daerah terpencil sepanjang memiliki akses internet.

    Baca:  Rektor Asing Diharapkan Pancing Masuk Mahasiswa Asing

    "Bahkan dengan biaya pendidikan yang terjangkau, dapat membantu para pekerja dengan penghasilan rendah untuk tetap dapat mengakses pendidikan tinggi," terang Ramlan.

    Sistem pembelajarannya, jelas Ramlan, memanfaatkan jaringan internet secara terbuka dan masif melalui program Massive Open Online Course. Menghadirkan fitur-fitur pembelajaran berorientasi masa depan untuk mempersiapkan lulusannya menghadapi era revolusi industri 4.0.

    "Universitas Siber Asia juga akan menjaga kualitas dengan membawa pembelajaran kelas dunia yang salah satunya dilakukan dengan membawa para pengajar terbaik dari berbagai negara seperti Amerika, Korea, dan juga Indonesia," kata Ramlan.

    Didukung dengan infrastruktur dan teknologi dari Korea, serta pengajar yang kompeten di bidangnya baik dari dalam negeri maupun luar negeri, Universitas Siber Asia Ramlan menargetkan akan mulai menerima mahasiswa baru di 2020. Dengan lima program studi yang akan dibuka.

    "Yaitu Manajemen Kontemporer dan e-commerce, Akuntansi dan Perpajakan, Sistem Informasi,  Informatika, Penyiaran dan Komunikasi Digital," sebutnya.



    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    HOT ISSUE

    MORE
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id