Pemegang KIP Dapat Prioritas di Bidikmisi 2019

    Intan Yunelia - 14 Januari 2019 13:38 WIB
    Pemegang KIP Dapat Prioritas di Bidikmisi 2019
    Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kemenristekdikti, Ismunandar, Medcom.id/Citra Larasati.
    Jakarta:  Pendaftaran dan penerimaan beasiswa Bidikmisi 2019 ini akan memprioritaskan siswa dari keluarga tidak mampu yang telah memiliki Kartu Indonesia Pintar (KIP). Bagi siswa yang sudah mempunyai KIP, dapat langsung mendaftar ke laman sistem Bidikmisi di alamat: https://bidikmisi.belmawa.ristekdikti.go.id/.

    Namun, bagi mereka siswa dari kalangan orangtua kurang mampu dan belum memiliki KIP, tetap dapat mendaftar melalui sekolah untuk direkomendasikan.  "Selanjutnya bagi calon mahasiswa penerima Bidikmisi yang telah dinyatakan diterima melalui salah satu jalur seleksi di atas, akan dilakukan verifikasi lebih lanjut dan penetapan kelayakan oleh perguruan tinggi," kata Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kemenristekdikti, Ismunandar,  saat Konferensi Pers tentang Kebijakan Beasiswa Bidikmisi di Tahun Anggaran 2019 "Peningkatan Kuota Bidikmisi Tahun 2019' di Gedung D Kemenristekdikti, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Senin, 14 Januari 2019.

    Untuk yang sudah mendaftar Bidikmisi 2019, akan mendapatkan pembebasan biaya pendaftaran SNMPTN dan SBMPTN. Penerima Bidikmisi 2019 ini akan mendapatkan bantuan biaya pendidikan dan biaya hidup sebesar Rp700.000 setiap bulan. 

    "Jumlah tersebut meningkat dari tahun 2018 dimana penerima mendapat Rp650.000 per bulan," ujarnya.

    U?ntuk pendaftaran calon mahasiswa Bidikmisi tahun 2019 dibuka melalui beberapa jalur seleksi. Di antaranya,  Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), Penelusuran Minat dan Kemampuan Politeknik Negeri (PMDK-PN), Ujian Masuk Politeknik Negeri (UMPN) serta Seleksi Mandiri pada Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta. 

    Mekanisme pendaftaran Bidikmisi melalui jalur seleksi SNMPTN dan SBMPTN pada tahun 2019 mengalami perubahan dibandingkan dengan 2018. Karena adanya transformasi dalam sistem seleksi penerimaan mahasiswa baru, tahun ini pemerintah membentuk Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT). 

    "Dalam proses ini calon penerima Bidikmisi wajib terdaftar pada sistem dengan memasukkan Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) dan Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) yang valid," terang Ismunandar.

    Bidikmisi adalah bantuan biaya pendidikan tinggi yang diberikan pemerintah melalui Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) kepada mahasiswa yang memiliki keterbatasan kemampuan ekonomi.   Beasiswa ini berbeda dari beasiswa lain yang berfokus pada memberikan penghargaan atau dukungan dana terhadap mereka yang berprestasi. 



    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    HOT ISSUE

    MORE
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id