Nadiem Bakal Kirim Dua Pejabat 'Jagoan' Kemendikbudristek ke KTT G20

    Ilham Pratama Putra - 26 November 2021 19:49 WIB
    Nadiem Bakal Kirim Dua Pejabat Jagoan Kemendikbudristek ke KTT G20
    Mendikbudristek, Nadiem Makarim. Foto: Metro TV



    Jakarta: Indonesia resmi ditetapkan sebagai Presidensi G20. Tahun depan, Indonesia akan menjadi tuan rumah pertemuan tahunan G20 di Bali.  

    Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim telah membentuk tim khusus dan menugaskan dua pejabat andalannya di Kemendikbudristek untuk memimpin Education Working Group di KTT G20.

     



    Nadiem mengatakan, persoalan pendidikan juga akan menjadi isu strategis yang dibahas para pemimpin dunia di konferensi tersebut. Ia mengatakan, KTT G20 adalah waktu yang tepat bagi Indonesia untuk tampil di panggung dunia, tidak terkecuali menunjukkan kehebatan Indonesia di sektor pendidikan.

    Dalam pertemuan tersebut, pemerintah juga menekankan sinergisitas dan koordinasi antarkementerian dan lembaga yang terlibat dalam 16 working groups. Termasuk, elemen nonpemerintah dari masyarakat sipil dan madani yang terlibat dalam 10 engagement group. 

    Untuk itu, Nadiem juga telah membentuk tim khusus untuk menghadiri KTT G20 sekaligus memutuskan untuk mengirim dua pejabat andalan di Kemendikbudristek.

    "Kita membentuk Education Working Group yang dipimpin oleh dua pejabat jagoan di Kemendikbudristek," kata Nadiem dalam NewsLine MetroTV, Jumat, 26 November 2021.

    Dua orang itu ialah Dirjen Guru Tenaga Kependidikan (GTK) Iwan Syahril dan Kepala Badan Standar Kurikulum dan Asesmen Pendidikan Kemendikbudristek, Anindito Aditomo atau akrab disapa Nino. Keduanya, kata Nadiem, akan menjadi pemimpin education working group di ajang global tersebut.

    Baca juga:  Nadiem Beberkan Isu-isu Pendidikan yang Akan Dibahas Dalam KTT G20

    Nadiem pun meyakini akan kapasitas keduanya. Nadiem menyebut mereka telah menunjukkan kiprah luar biasa di dunia pendidikan.

    "Keduanya punya pengalaman internasional yang luar biasa. Mas Iwan itu juga mencetuskan program seperti Guru Penggerak dan Mas Nino yang mencetuskan program seperti Asesmen Nasional," tuturnya.

    Indonesia, kata dia, bakal mempertunjukkan jika dunia pendidikan Tanah Air mampu bersaing dengan negara lain. Bahkan, bisa lebih inovatif dan progresif.

    "Ini saatnya kita pamer diri ke panggung dunia. Heh, Indonesia ini juga inovatif loh! Kita melakukan hal-hal yang mungkin negara lain masih agak pelan, kita jauh lebih progresif. Kita bukan hanya berlari ke masa depan, tapi melompat ke masa depan," tutupnya.


    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id