Ini Kriteria Penerima Program KIP Kuliah Merdeka

    Arga sumantri - 21 Oktober 2021 17:09 WIB
    Ini Kriteria Penerima Program KIP Kuliah Merdeka
    Kepala Puslabdik Kemendikbudristek Abdul Kahar dalam webinat Silaturahmi Merdeka Belajar episode 12. Tangkapan layar.



    Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menyediakan program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah Merdeka. Program ini bertujuan memberikan kesempatan pelajar kurang mampu agar bisa mengenyam bangku kuliah di perguruan tinggi berkualitas.

    Kepala Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan Kemendikbudristek Abdul Kahar mengatakan, KIP Kuliah Merdeka merupakan bagian dari Program Indonesia Pintar (PIP) yang telah berjalan selama ini. Lewat program ini, pemerintah ingin memberikan ruang dan kesempatan seluas-luasnya bagi siswa tak mampu.

     



    "Sehingga bisa berpartisipasi dan menikmati pendidikan di level perguruan tinggi," kata Abdul Kahar dalam webinar 'Silaturahmi Merdeka Belajar episode 12', Kamis, 21 Oktober 2021. 

    Ia menjelaskan, ada beberapa kriteria penerima KIP Kuliah Merdeka. Pertama, siswa yang diprioritaskan mendapatkan KIP Kuliah Merdeka yakni mereka yang sudah memiliki KIP saat di SMA, SMK, MA, dan sederajat.

    "Syarat utamanya adalah mereka yang memiliki KIP di SMA atau SMK, atau MA, dan sederajat," ungkap Kahar.

    Baca: Dapat KIP Kuliah, Putri Petani Sayur Kuliah di UNY Tanpa Biaya

    Bila tak memiliki KIP sewaktu jenjang menengah atas, maka kriteria berikutya ialah siswa yang berasal dari keluarga penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dari pemerintah. "Ini juga akan kita jadikan pertimbangan sebagai penerima KIP Kuliah Merdeka," ujarnya.

    Bila siswa tak termasuk dalam dua program tadi, maka pemerintah akan mengacu pada Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kementerian Sosial (Kemensos). Apabila keluarga siswa tersebut masuk dalam level 4 ke bawah dalam DTKS Kemensos, maka berhak juga mendapatkan KIP Kuliah Merdeka.

    "Kalau berada pada level 4 ke bawah, maka dia masih berhak menerima KIP kuliah ini," ungkapnya.

    Kahar menjelaskan ide program KIP Kuliah Merdeka ini merupakan salah satu hasil evaluasi Bidikmisi, program sejenis yang sudah berjalan 10 tahun terakhir. Ia menyebut, pemerintah melihat banyak talenta luar biasa dari anak-anak penerima PIP atau keluarga PKH yang belum memiliki kesempatan mengenyam pendidikan tinggi.

    "Bagaimana kemudian, kita buka kesempatan seluas-luarnya untuk mereka, sehingga berani memilih perguruan tinggi yang berkualitas," ujarnya.

    (AGA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id