Universitas Painan Beberkan Kronologis Dugaan SK Mendikbud Palsu

    Ilham Pratama Putra - 04 Mei 2021 11:50 WIB
    Universitas Painan Beberkan Kronologis Dugaan SK Mendikbud Palsu
    Konferensi Pers Universitas Painan soal Dugaan SK Mendikbud Palsu. Foto: Medcom.id/Ilham Pratama



    Jakarta: Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbud-Ristek) beberapa hari lalu mengungkap nama kampus yang diduga melakukan pemalsuan surat keputusan (SK) izin operasional. Adapun, terduga kampus yang disebutkan Kemendikbudristek tersebut adalah Universitas Painan.

    Mengenai hal tersebut, Kuasa Hukum Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Painan, Sabaruddin menyampaikan bahwa hal itu keliru. Artinya tidak ada pemalsuan sama sekali.






    Malahan, pihaknya melakukan pendirian Universitas Painan sesuai dengan prosedur yang berlaku di Direktorat Pendidikan Tinggi Kemendikbudristek. Mulai dari kelengkapan surat izin yayasan serta surat penunjang lainnya.

    "Soal SK yang dianggap palsu, kami sampaikan kronologi bahwa pihak STIH Painan dalam proses SK itu sudah melakukan prosedur-prosedur," kata Sabaruddin di Jakarta kepada wartawan, Senin 3 Mei 2021.

    Dia pun menyampaikan kronologi bagaimana SK tersebut dinyatakan palsu. Ternyata terdapat oknum berinisial NP yang mengaku bagian dari pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi yang membantu tahapan prosedur pengurusan SK.

    "NP Ini mengaku bagian dari pada Dikti, kemudian syarat-syarat dipenuhi mulai dari SK yayasan, kemudian persyaratan yang sesuai permintaan dipenuhi semua. Maka diterbitkanlah SK. Setelah terbit, kemudian, STIH berusaha melakukan permohonan, kemudian yayasan berusaha melanjutkan keinginannya untuk meningkatkan atau mengembangkan Universitas Painan tersebut," imbuhnya.

    Namun, SK tersebut menjadi masalah, ketika Tim Evaluasi Kinerja Akademik (EKA) Biro Hukum Dikti pun melakukan investigasi ke kampus dan menyatakan SK tersebut palsu. Kemudian, terjadi mediasi dari pihak yang terlibat, termasuk NP.

    "Ketika ditanya hasil pembicaraan itu tidak ada (pengurusan SK) dari pihak kampus. Ketika ditanya apakah ada oknum dari pihak Dikti, dikatakan ada. Awalnya dia tidak mau menyebutkan (pihak terlibat dari Dikti), setelah didesak NP menyebutkan inisial nama oknum pegawai dikti yang terlibat, yaitu berinisial R dan AW," tambahnya.

    Baca juga:  Kronologi Terbongkarnya 5 SK Mendikbud Palsu PTS di Banten

    Akan tetapi dari pertemua tersebut, tim EKA Biro Hukum Dikti tidak membuat berita acara hasil kunjungan tersebut. Ketika ditanya apa hasil investigasinya, tim EKA Biro Hukum Dikti justru melakukan tindakan pelaporan terhadap Ketua Yayasan Pendidikan Kesejahteraan Masyarakat (YPKM) dan Ketua STIH Painan.

    "Muncul berita yang membuat resah, lima orang dinyatakan tersangka, satu di antaranya adalah Ketua STIH Painan," ujar dia.

    Menurut dia, tindakan yang diambil oleh tim EKA Biro Hukum Dikti tidak bijaksana. "Ini menurut kami biro hukum Dikti kurang bijaksana. Masalah ini menjadi luas dan kita beri klarifikasi agar masyarakat luas tahu apa yang sebenarnya," terang dia.

    Pada kesempatan yang sama, Ketua Lembaga Konsultasi Bantuan Hukum (LKBH) STIH Painan, Rahmatullah mengatakan bahwa Universitas Painan sendiri pun belum ada. Selain itu, STIH Painan yang nyata resmi terdata di pangkalan data Dikti itu juga tidak akan disatukan dengan Universitas Painan.

    "Perlu disampaikan STIH Painan dan Universitas Painan itu berbeda, STIH Painan legal dan sah menurut hukum baik S1 dan S2. Yayasan ingin mengembangkan perguruan tinggi ini menjadi universitas, ketua yayasan ingin melebarkan perguruan tinggi menjadi universitas, STIE di kediri mau di-take over, dipindahkan di Serang dan Tangerang. Sama seperti STIH Painan, ini dari Sumbar, di take over oleh ketua yayasan Serang," pungkasnya.


    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id