Top 3 Pendidikan: Ancaman Bagi Pelajar Pedemo UU Cipta Kerja

    Arga sumantri - 16 Oktober 2020 08:31 WIB
    Top 3 Pendidikan: Ancaman Bagi Pelajar Pedemo UU Cipta Kerja
    Ilustrasi. Foto: Antara/Aziz Munajar
    Jakarta: Fenomena pelajar turun ke jalan mengikuti unjuk rasa Undang-Undang Cipta Kerja (UU Ciptaker) menjadi perhatian pembaca kanal Pendidikan Medcom.id, kemarin. Sorotan mengerucut pada narasi ancaman 'hukuman' dari pemerintah daerah (Pemda) hingga kepolisian.

    Laporan mengenai dugaan adanya ancaman sanksi dari Pemda pertama kali dimunculkan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Komisioner KPAI Retno Listyarti mengaku mendapat informasi kalau sejumlah kepala dinas pendidikan mengancam memberikan sanksi pada pelajar yang ikut demo UU Cipta Kerja. Ancaman mulai dari sanksi Drop Out (DO) atau dikeluarkan, mutasi ke pendidikan paket C, hingga mutasi ke sekolah pinggiran kota.

    Sementara dari pihak kepolisian, Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol. Sugeng Hariyanto menyebut para pelajar yang diamankan karena akan melakukan aksi menolak omnibus law akan direkam dan menjadi catatan kepolisian. Imbasnya, kepolisian bisa saja menerbitkan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) dengan keterangan perilaku buruk.

    Dua tokoh yang secara khusus menyoroti narasi ancaman terhadap pelajar pedemo UU Cipta Kerja ini yaitu Komisioner KPAI Retno Listyarti dan Ketua Komisi X DPR Syaiful Huda. Pendapat keduanya tentang narasi ancaman bagi pelajar pedemo UU Cipta Kerja cukup dilirik pembaca.

    Membuntuti isu ancaman sanksi terhadap pelajar pedemo, berita terkait program beasiswa Online Scholarship Competition (OSC) 2020 rupanya juga banyak dilirik pembaca kanal Pendidikan Medcom.id. Khususnya, pernyataan Rektor Telkom University (Tel-U) tentang kriteria peserta OSC yang dicari kampusnya. Pembaca yang terindikasi peminat beasiswa OSC ini sepertinya penasaran apa saja yang harus disiapkan agar bisa lolos seleksi ke Tel-U.

    1. Ancaman 'nodai' SKCK pelajar pedemo berlebihan

    Komisioner KPAI bidang Pendidikan Retno Listyarti menilai ancaman polisi untuk memberikan catatan buruk pada SKCK pelajar pedemo terlalu berlebihan. Pasalnya, SKCK biasanya dibutuhkan pelajar saat ingin melamar pekerjaan dan untuk keperluan lainnya setelah lulus. Bagi Retno, tak semua pelajar yang terjaring dalam aksi demo melakukan tindak kriminal.

    Retno mengatakan, penerapan 'hukuman' tersebut dapat menghambat masa depan para pelajar. Toh, tidak semua anak yang tertangkap saat demo bisa dipukul rata melakukan pelanggaran.

    Baca berita selengkapnya di sini

    2. Menyikapi fenomena pelajar dalam aksi demonstrasi

    Ketua Komisi X DPR Syaiful Huda menyatakan publik tak seharusnya menganggap pelajar ikut demo UU Cipta Kerja sebagai fenomena yang tak baik. Sebaliknya, situasi tersebut harus jadi momentum untuk lebih memberikan edukasi tentang demokrasi politik.

    Politik kewarganegaraan dinilai perlu terus didorong kepada para pelajar. Dalam hal ini, sekolah dianggap harus segera mengambil peran agar aksi demo, khususnya pelajar, tak lagi diikuti fenomena kerusuhan.

    Bagi Huda, fenomena pelajar turun ke jalan merupakan konsekuensi dari banjirnya informasi digital yang berujung pada demokrasi jalanan. Menyikapi aksi para pelajar tersebut, kata dia, edukasi adalah jalan terbaik. Memberikan hukuman berupa sanksi atau pidana malah akan membuat pelajar semakin meradang.

    Baca berita selengkapnya di sini

    3. Bocoran kriteria peserta OSC yang dicari Telkom University

    Telkom University (Tel-U) selama lima tahun berturut-turut bermitra dengan program beasiswa Online Scholarship Competition (OSC) Medcom.id. Ada berbagai pertimbangan bagi Tel-U saat menyeleksi calon mahasiswa dari kompetisi beasiswa online pertama di Indonesia ini.

    Salah satunya, peserta sudah harus memiliki modal karakter pejuang. Mahasiswa yang bakal diterima denga beasiswa penuh ini tak cukup dengan menampilkan kemampuan akademis, namun juga harus menunjukkan daya juang.

    Baca berita selengkapnya di sini

    (AGA)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id