Gaji 49% Guru PAUD Terkendala Selama Pandemi

    Ilham Pratama Putra - 11 Mei 2020 17:49 WIB
    Gaji 49% Guru PAUD Terkendala Selama Pandemi
    Siswa PAUD sedang bermain sambil belajar. Foto: MI/Susanto
    Jakarta:  Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melakukan survei terhadap 10.601 lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di 514 kabupaten seluruh Indonesia.  Dalam hasil survei tersebut terungkap, sebanyak 49 persen guru PAUD mengalami kendala pembayaran gaji selama masa pandemi covid-19.

    Direktur Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Muhammad Hasbi mengatakan, bahkan di antara guru tersebut ada yang tidak menerima gaji sama sekali.  "Bahkan patut kita perhatikan ada 28,5 persen dari mereka (guru PAUD) yang tidak menerima pembayaran gaji atau honor selama pandemi," kata Hasbi dalam Konferensi Video 'Webinar Majelis Dikdasmen PP Asyiyah', Senin, 11 Mei 2020.

    Baca juga:  Pandemi, Murid Baru di Batam Tak Wajib Beli Seragam

    Sedangkan sisanya, sekitar 20,5 persen dari guru PAUD itu hanya menerima setengah honor bulanannya. Guru PAUD yang tidak menerima gaji penuh ini disebabkan beberapa hal.

    Mulai dari karena dampak orang tua yang tidak membayar Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) selama pandemi, maupun yang hanya mampu membayar separuhnya.  Menurutnya, dampak pandemi covid-19 terhadap orang tua siswa ini turut berpengaruh pada kegiatan pendidikan dan pemasukan satuan PAUD.

    "Hanya 21 persen orang tua siswa yang membayar SPP secara penuh," tambah Hasbi.

    Guna menanggulangi permasalahan ini, pihaknya telah mempersilakan dana Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) PAUD agar digunakan untuk menggaji guru. Namun ada beberapa kendala yang masih ditemukan.

    "Penyaluran BOP PAUD tahap ini baru dimulai bulan April dan masih berada di Rekening Kas Umum Daerah sampai saat ini. Menunggu disalurkan ke rekening satuan pendidikan masing-masing," terang dia. 

    Ketua PP Aisyiyah, Masyitoh Chusnan membenarkan hasil survei Kemendikbud tersebut.  Menurut Masyitoh, di kalangan guru-guru Aisyiah sendiri banyak guru yang tidak mendapatkan honor bulanan selama pandemi covid-19 ini.

    "Akhirnya jajaran PP Aisyiyah dan Muhammadiyah jelang puasa kemarin bergerak melakukan taawun sosial dengan sasaran utama guru-guru.  Guru-guru ini bagi kami jadi ujung tombak dakwah Muhammadiyah dan Aisyiyah. Mereka garda terdepan dalam mencerdaskan anak bangsa," tegas Masyitoh.

    Peran guru-guru PAUD bahkan, kata Masyitoh, sangat nyata untuk membangun SDM unggul di masa depan.  "Kita lihat saja sudah banyak bupati, gubernur dan lainnya yang dulunya dari Aisyiyah Bustanul Athfal. Ini menandakan peran guru sangat luar biasa," terangnya.



    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    HOT ISSUE

    MORE
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id