Respons Mahasiswa Malang Soal Jam Kuliah Mundur

    Daviq Umar Al Faruq - 05 Februari 2020 18:52 WIB
    Respons Mahasiswa Malang Soal Jam Kuliah Mundur
    Ilustrasi Jalan Soekarno Hatta, Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur. Foto: Medcom.id/Daviq Umar Al Faruq
    Malang:  Sejumlah mahasiswa merespons saran dari Wali Kota Malang, Sutiaji, agar perguruan tinggi di Kota Malang, Jawa Timur, memundurkan jam kuliah.  Sebelumnya, saran tersebut disampaikan untuk mengurai kemacetan, terutama di Jalan Soekarno Hatta (Suhat).

    Baharuddin Ichwanun, mahasiswa pascasarjana Universitas Negeri Malang (UM), mengaku tidak masalah dengan saran dari wali kota tersebut.  Hanya saja menurutnya saran itu tidak bisa begitu saja diterapkan di setiap kampus.

    "Mungkin ada yang bermasalah kalau jam kuliah mundur jam 09.00 WIB. Karena ada beberapa jurusan yang terpaksa melanggar kebijakan karena kebutuhan," katanya kepada Medcom.id, Rabu, 5 Februari 2020.

    Bahar, sapaan akrabnya mencontohkan, mahasiswa jurusan Ilmu Olahraga misalnya. Pada jurusan tersebut, terdapat mata kuliah praktik yang mengharuskan mahasiswanya datang pukul 06.00 WIB, seperti renang, atletik, basket, volly dan lain-lain.

    "Mata kuliah outdoor itu tidak boleh kesiangan kerena sinar ultraviolet mulai banyak. Kalau solusi saya mending pemerintah membangun tol dalam kota," ungkapnya.

    Sedangkan, Danang Seloaji, mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) Malang kurang sepakat dengan saran wali kota tersebut. Sebab hal itu diakuinya justru bisa menimbulkan masalah baru.

    "Menurutku untuk menanggulangi kemacetan ya sebenernya enggak harus dari memundurkan jam kuliah.  Malah nanti di jam 09.00 WIB, malah lebih penuh mahasiswa yang berangkat kuliah," ujarnya.

    Mahasiswa Ilmu Politik ini menyebutkan, tidak semua jurusan dan fakultas di kampusnya membuka jam pertama kuliah sejak pukul 07.00 WIB.  Sehingga dia menyarankan pemerintah lebih baik memperhatikan angkutan umum.

    "Saranku lebih diperhatikan angkutan umum sih. Kalau sudah skala besar dan diatur sama pemerintah mungkin bisa lebih tertib. Entah itu ojol (ojek online) atau angkutan umum lainnya menurutku lebih bisa mengurangi macet daripada (mengatur) jam kuliah," terangnya.

    Sementara itu, Achmad Satya, mahasiswa Politeknik Negeri Malang (Polinema) menyebutkan, bahwa kemacetan yang terjadi Kota Malang bukan karena jadwal masuk mahasiswa. Sebab, tidak semua perguruan tinggi selalu masuk pukul 07.00 WIB.

    "Yang membuat kemacetan adalah terlalu banyak kendaraan pribadi, bukan hanya dari mahasiswa, tapi dari warga Malang yang sudah banyak mempunyai kendaraan pribadi, kurang tepat bila hanya merujuk ke perguruan tinggi saja," tuturnya.

    "Kalau saran saya mungkin ada pelebaran jalan atau pembangunan jalan," ujarnya.

    Sebelumnya, Wali Kota Malang, Sutiaji, menyarankan sejumlah perguruan tinggi di Kota Malang memundurkan jam pertama kuliah pada pukul 07.00 WIB menjadi pukul 09.00 WIB. Hal itu untuk mengatasi kemacetan di Kota Malang, Jawa Timur, terutama di Jalan Soekarno Hatta (Suhat).



    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    HOT ISSUE

    MORE
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id