UN SMK di 28 Provinsi Minim Kendala

    Ilham Pratama Putra - 17 Maret 2020 17:10 WIB
    UN SMK di 28 Provinsi Minim Kendala
    Siswa di Biak, Papua mencuci tangan sebelum UN SMK. Foto: Humas/Kemendikbud
    Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melaporkan, pelaksanaan Ujian Nasional (UN) SMK di 28 Provinsi berjalan lancar.  Begitu juga dengan penerapan Protokol kesehatan guna pencegahan penyebaran virus korona atau coronavirus disease (covid-19) juga berjalan baik.

    Informasi ini berdasarkan data yang dikumpulkan dari laporan penyelenggara di setiap provinsi. "Secara umum berjalan lancar. Kendala-kendala di beberapa sekolah dapat ditangani oleh panitia setempat," kata Plt. Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan, Kemendikbud Totok Suprayitno dalam keterangannya, Selasa, 17 Maret 2020.

    Terkait Protokol kesehatan guna pencegahan penyebaran virus korona atau coronavirus disease (covid-19) juga berjalan baik. Pihaknya menilai sosialisasi tentang pencehan itu telah dijalankan oleh sekolah.

    Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Wahid menyebut, pelaksanaan UN SMK hari pertama di wilayah Jawa Timur relatif lancar. Protokol kesehatan yang diterapkan untuk mencegah penyebaran Covid-19 juga dijalankan.

    "Sesuai SE Gubernur Jawa Timur Nomor 420/1780/101.1/2020 perihal Peningkatan Kewaspadaan Covid-19 di Jawa Timur. Selama pelaksanaan UN berlangsung Jawa Timur tetap merujuk pada protokol pencegahan Korona dari Kementerian," ujar Wahid.

    Senada, Kepala Seksi Peserta Didik, Dinas pendidikan Papua Barat, Imam Subalok menjelaskan, bahwa UNBK di Provinsi Papua Barat juga berjalan baik. Semua pihak disiplin dalam melaksanakan protokol pencegahan covid-19 sesuai surat edaran BSNP.

    "Peserta didik melakukan protokol kesehatan dalam pelaksanaan UN sesuai arahan. Pihak sekolah disiplin dalam menyediakan hand sanitizer dan melakukan pembersihan ruang ujian di setiap sesinya," ungkap Imam.

    Di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung juga melaporkan, bahwa pelaksanaan UN berjalan lancar. Protokol keseahatan juga diterapkan.

    "Sebelum masuk, tangan siswa disemprot dengan hand sanitizer. Begitu juga dengan peralatannya dibersihkan di setiap sesi," kata Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rita Aryani.

    Posko UN melaporkan enam provinsi meminta penundaan pelaksanaan UN SMK. Di antaranya yaitu Provinsi Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Bali, dan Riau.

    Sebanyak 817.169 peserta di 6.311 sekolah tidak mengikuti UN SMK. Hal itu terjadi akibat kebijakan yang diambil Kepala Daerah masing-masing untuk meliburkan sekolah.




    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    HOT ISSUE

    MORE
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id