Wapres: Riset BPPT Harus Terpakai Masyarakat

    Muhammad Syahrul Ramadhan - 24 Februari 2020 12:54 WIB
    Wapres: Riset BPPT Harus Terpakai Masyarakat
    Wakil Presiden, Ma'ruf Amin saat membuka Rakornas BPPT 2020. Foto: Medcom.id/Muhammad Syahrul Ramadhan
    Jakarta:  Wakil Presiden, Ma'ruf Amin meminta Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) untuk memberikan priorotas pada riset dan inovasi yang langsung bermanfaat bagi masyarakat. Ma'ruf menyebut, BPPT harus dapat diandalkan dalam pengkajian dan penerapan iptek yang memberikan manfaat tersebut.

    “Salah satu tolok ukur keberhasilan BPPT adalah terpakainya inovasi teknologi oleh masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, memerlukan mitra untuk hilirisasi inovasi teknologi tersebut dan pentingnya mitra,” kata Ma'ruf dalam Rapat Kerja BPPT 2020 dengan tema “Penguatan Daya Saing melalui Inovasi, Transformasi Digital dan Kualitas SDM” di Gedung BPPT, Jakarta Pusat, Senin, 24 Februari 2020.

    Wapres juga mendukung penuh langkah BPPT dalam melaksanakan kerja sama dengan mitranya. Termasuk di dalamnya mitra industri, kementerian, lembaga, hingga perguruan tinggi. 

    Lebih lanjut Ma'ruf menjelaskan, saat ini perkembangan Iptek begitu pesat dalam menciptakan inovasi baru. Inovasi tersebut mendorong efisiensi dan efektifitas di setiap sektor industri dalam dunia produksi, jasa, dan informasi. 

    “Inovasi inilah yang akan menambah nilai tambah dari suatu produk yang akan berdampak pada perekonomian bangsa,” tegasnya.   

    Ma'ruf menambahkan, Indonesia juga harus mampu memanfaatkan kekayaan sumber daya alam. Karena, kemajuan iptek dalam berinovasi juga dapat didorong melalui pemanfaatan kekayaan alam.

    Menurutnya, hal itulah yang kerap dilewatkan peneliti Indonesia.  Sebab kurangnya penguasaan Iptek dalam berinovasi.

    "Maka nilai tambah yang dihasilkan masih kalah dengan negara-negara maju. Oleh karena itu, pentingnya meningkatkan sumber daya Iptek agar dapat meningkatkan nilai tambah dari kekayaan alam yang dimiliki Indonesia," lanjut dia.

    Untuk membangun inovasi dan daya saing, diperlukan peran dunia industri, pemerintah dan akademisi. Menurut Ma'ruf peran ketiganya saat ini masih lemah.

    Oleh karena itu, dia meminta BPPT sebagai lembaga pengkajian dan penerapan teknologi harus memiliki agenda riset dan inovasi yang diprioritaskan. Untuk selanjutnya, terkoneksi dengan dunia usaha dan dunia industri yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

    “Negara maju adalah negara yang dapat mengkaitkan semua fungsi dan unsur perkembangan Iptek ke dalam suatu sistem Iptek secara efisien dan efektif, sehingga mampu mendayagunakan kekayaan dan lingkungan alam untuk menunjang kesejahteraan dan meningkatkan kualitas kehidupannya,” pungkasnya.


    (CEU)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id