DKI Jakarta Berlakukan Kerja di Rumah untuk Guru

    Ilham Pratama Putra - 17 Maret 2020 14:22 WIB
    DKI Jakarta Berlakukan Kerja di Rumah untuk Guru
    Guru sedang mengajar di muka kelas, MI/Panca Syurkani.
    Jakarta: Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta menerapkan kebijakan guru bisa bekerja dengan sistem Kerja di Rumah atau Work Form Home (WFH).  Kebijakan ini menyusul arahan dalam Surat Edaran Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 2/SE/2020 tentang Penyesuaian Sistem Kerja Pegawai dalam Upaya Pencegahan Penyebaran virus korona atau coronavirus disease (covid-19).

    "Pendidik dapat melaksanakan tugas kedinasan dengan bekerja di rumah atau tempat tinggalnya (work from home) dengan tetap melaksanakan pembelajaran jarak jauh kepada peserta didik," kata Kepala Disdik DKI Jakarta, Nahdiana dalam surat edarannya, Selasa, 17 Maret 2020.

    Dia meminta satuan pendidikan dapat memilih platform media pembelajaran yang telah tersedia. Selain itu Nahdiana juga menyebut tugas administrasi bisa dikerjakan pula dari rumah.

    "Pendidik dan Tenaga Kependidikan yang melaksanakan tugas kedinasan dengan bekerja di rumah melaporkan aktivitas harian kepada kepala satuan pendidikan," ungkap dia.

    Namun, dia meminta sekolah mampu mengatur semua tugas di satuan pendidikan masing-masing. Pihaknya tak menutup kemungkinan jika harus diberlakukannya piket di sekolah.

    "Kepala Satuan Pendidikan dapat mengatur jadwal pelaksanaan piket di satuan pendidikan sesuai kebutuhan," terang Nahdiana.

    Baca juga:  Berbahaya, Guru Masih Diwajibkan ke Sekolah

    Hal ini guna memastikan pelaksanaan pembelajaran di rumah dan pelayanan administrasi sekolah tetap berjalan dengan efektif. Untuk selanjutnya, Kepala Satuan Pelaksana Pendidikan, Pengawas dan Penilik melakukan monitoring dan evaluasi.

    "Hasil monitoring dan evaluasi pelaksanaan tugas di satuan pendidikan kepada Kepala Suku Dinas Pendidikan untuk dapat dilaporkan," kata dia.

    Pegawai yang melaksanakan tugas kedinasan dengan bekerja di rumah wajib mengisi aktivitas kerja harian pada sistem e-kinerja. Dia memastikan tenaga kependidikan tetap diberikan penghasilan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

    Lebih lanjut, Nahdiana meminta tenaga kependidikan untuk membatasi kegiatan-kegiatan yang mengundang massa atau keramaian. Agar tujuan membatasi interaksi sosial (social distancing) dapat terlaksana baik.

    Pihaknnya memberlakukan surat edaran nomor 30 tahun 2020 ini hingga 31 Maret 2020. Namun tak menutup kemungkinan pula masa pemberlakuan surat edaran akan diperpanjang.

    "Pelaksanaan tugas kedinasan di rumah sebagaimana dimaksud, dilakukan sampai dengan 31 Maret 2020 dan akan dievaluasi lebih lanjut sesuai dengan kebutuhan," pungkasnya.



    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    HOT ISSUE

    MORE
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id