comscore

Dosen Psikologi Unair Bagikan Cara Mengenali dan Mengatasi Burnout

Renatha Swasty - 25 April 2022 15:33 WIB
Dosen Psikologi Unair Bagikan Cara Mengenali dan Mengatasi <i>Burnout</i>
Dosen Psikologi Universitas Airlangga (Unair) Margaretha menjelaskan soal burnout. DOK Unair
Jakarta: Reaksi emosi negatif di lingkungan kerja secara berkepanjangan dikenal dengan istilah burnout. Namun, hal itu tak cuma kerap menyasar dewasa muda tapi juga dewasa tua.

Dosen Psikologi Universitas Airlangga (Unair) Margaretha membeberkan cara mengenali gejala dan mengatasi burnout. Hal itu disampaikan dalam INSPIRAGE vol 2 yang diselenggarakan Airlangga Global Engagement (AGE).
Margaretha menuturkan pada usia-usia produktif yang cenderung menjadi pemicu burnout adalah pekerjaan. Dia menuturkan pekerjaan sangat menyita waktu dan tenaga.

Hal itu juga berkaitan dengan duck syndrom. "Situasi di mana penderita terlihat benar-benar tenang, padahal kenyataannya mereka sedang panik berusaha untuk memenuhi tuntutan hidup mereka," kata Margaretha dikutip dari laman unair.ac.id, Senin, 25 April 2022.

Beberapa hal yang sering diperlihatkan penderita duck syndrom, ialah depresi, kecemasan, atau tahap awal dari banyak penyakit mental (manifest). Konselor anak dan remaja itu mengungkap beberapa gejala/symptom burnout:

1. Kelelahan

Margaretha mengungkapkan berdasarkan data, selama pandemi 67 persen pekerja mengalami kelelahan.

2. Depersonalisasi

Margaretha menyebut depersonalisasi ialah perilaku memperlihatkan upaya melindungi diri dari perasaan kecewa. Depersonalisasi juga termasuk kecenderungan menarik diri serta mengurangi keterlibatan dalam bekerja.

“Penderita menganggap dengan berperilaku demikian, akan merasa aman dan terhindar dari ketidakpastian," tutur dia.

3. Menurunnya kemampuan

Margaretha menuturkan gejala kognitif bisa juga tidak bisa fokus atas apa yang sedang dilakukannya karena sering lupa.

Margaretha juga menjelaskan reaksi yang tepat untuk mengatasi burnout:

1. Pahami pattern stres

Margaretha menutukan apabila mengalami sesuatu yang tidak mengenakkan harus diterima dan dipahami lebih dulu. "Lalu identifikasi sehingga paham pola pencegahannya," tutur dia.

2. Bayangkan diri bisa menanggapi suatu konflik

Margaretha menuturkan saat menanggapi suatu konflik mula-mula tutup mata terlebih dulu. "Lalu tarik napas dan menyadarinya," tutur dia.

Margaretha menyebut kampus khususnya Unair telah memberikan dukungan untuk mahasiswa agar bisa meningkatkan self esteem dan mencegah burnout dari hal-hal akademis. Seperti fasilitas olahraga, tempat gathering, dan lain-lain.

Baca: Mahasiswa Wajib Tahu, Ini Ciri-ciri Burnout Belajar dan Cara Mengatasinya
 

(REN)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id